Apa yang kamu rasakan ketika kamu sedang berduka? Marah? Kecewa? Sedih? Kesepian? Sulit konsentrasi? Susah tidur? Apatis? Merasa bersalah? Kehilangan tujuan hidup? Ada banyak penyebab berduka (grief). Bisa karena orang terdekat meninggal dunia, hubungan yang kandas, bencana alam, atau berpisah dengan hewan kesayangan. Setiap orang punya pengalaman berduka yang berbeda. Menurut Julie Samuel, grief expert asal Inggris, ada 3 cara yang dapat dilakukan ketika kita mengalami perasaan berduka:

  1. Ekspresikan kesedihanmu

Curhat

Wajar kalau kamu mau menyendiri dulu tapi jangan sampai berlarut-larut. Coba cerita ke orang terdekat. Dan usahakan bertatap muka langsung dengan orang yang kamu ajak ngobrol sehingga bisa ada kontak fisik. Karena sentuhan fisik seperti peluk, bahkan jabat tangan atau sekadar tepukan di bahu saja dapat merangsang hormon oxytocin yang bertanggung jawab akan perasaan bahagia.

Menulis

Menulis bisa mengurangi kesedihan yang kamu alami selama kamu menuliskan perasanmu dengan jujur dan terbuka, istilahnya adalah expressive writing. Dengan menulis kamu “dipaksa” untuk menyusun pemikiran menjadi terstruktur dan membantu kamu memahami kejadian dalam hidupmu.

  1. Hadapi Kesedihanmu

Jangan menekan apa yang kamu rasakan dan menganggap perasaan itu tidak ada lalu akan hilang begitu saja seiring dengan waktu. Dengan kita mengetahui apa yang kita rasakan, justru membantu mengurangi dampak dari kesedihanmu. Dengan mendeskripsikan emosi, dapat membantu mengurangi derajat emosi tersebut.

  1. Olahraga

Aktivitas fisik akan meningkatkan aliran darah ke otak sehingga otakmu bisa berfungsi lebih baik, sekaligus merangsang hormon yang berkaitan dengan suasana hati, seperti endorfin, serotonin, dopamin, glutamat dan GABA. Aktivitas fisik di sini bisa membereskan kamar atau olahraga sederhana seperti lari pagi/sore.

Berduka itu wajar tapi kamu harus punya kendali atas hidupmu. Jangan pasrah pada keadaan. Ambil keputusan akan apa yang ingin kamu lakukan. Karena dengan kita memegang kendali dapat membantu mengurangi stress. Dan ingat untuk selalu tersenyum. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Barbara Frederickson menyatakan ketika kita tetap tersenyum dalam kondisi yang berat, kita akan dapat bangkit lebih cepat.

Penulis: Trisa Triandesa

Sumber:

Barker, Eric (2013).  3 Ways To Boost Happiness That Sound Really Stupid But Actually Work. Ditemu kembali dari https://www.bakadesuyo.com/2013/10/positive-thinking-exercises/

 

Send this to a friend

Desainwebku