Mungkin kamu sempat mendengar cerita seseorang yang pernah mengalami mati suri? Atau mungkin kamu sendiri yang merasa pernah mengalaminya? Pengalaman ini termasuk pengalaman yang sulit untuk dibayangkan jika kita belum pernah mengalaminya, dan bagi yang pernah mengalaminya kemungkinan akan sangat yakin bahwa yang ia alami merupakan hal yang nyata. Mati suri juga dikenal sebagai Near-Death Experience (NDE) atau dalam Bahasa Indonesia yaitu pengalaman mendekati kematian.

Apa Itu Mati Suri?

Mati suri atau Near-Death Experience merupakan peristiwa psikologis yang mendalam yang mungkin terjadi pada seseorang yang hampir mati atau yang tidak mendekati kematian tetapi dalam situasi fisik atau emosi yang kritis. Seseorang yang mengalami NDE akan melaporkan satu atau lebih pengalaman seperti menyadari bahwa dirinya telah meninggal (berpisah dengan tubuhnya/Out of Body Experience), emosi positif (damai, sejahtera, tidak merasa sakit), perasaan cinta dan penerimaan yang kuat, melalui sebuah terowongan, bergerak ke arah cahaya, bertemu orang yang dicintai baik yang masih hidup atau meninggal, kilas balik memori selama hidup, dan lain-lain.

Bagasimana Bisa Seseorang Mengalaminya?

Terdapat beberapa penjelasan dari sudut pandang ilmiah terkait mengapa seseorang mengalami mati suri. Pertama, seseorang yang mengalami kekurangan oksigen, otaknya akan mengalami suatu keadaan yang disebut hipoksia. Keadaan ini dikatakan dapat menjadi penyebab seseorang berhalusinasi seperti yang dialami oleh orang yang mati suri. Kedua, obat seperti Ketamine juga dapat membuat seseorang mengalami pengalaman serupa NDE. Ketiga, lobus temporal dikatakan merupakan bagian otak yang berperan besar dalam menciptakan pengalaman mati suri.

Apa yang Dibuktikan oleh Mati Suri?

Banyak yang menganggap bahwa pengalaman-pengalaman seseorang yang pernah mati suri merupakan bukti adanya kehidupan akhirat (afterlife). Hal tersebut dikarenakan pengalaman-pengalaman orang yang mengalami NDE meliputi pertemuan dengan Tuhan atau figur-figur lain yang berkaitan dengan agama. Namun tak sedikit juga yang tidak menyetujuinya karena faktanya cerita yang dilaporkan oleh orang-orang sangat subjektif, bergantung pada latar belakangs setiap orang. Cerita yang dilaporkan cenderung sesuai dengan latar belakang agama masing-masing misalnya.

Mimpi dan NDE, keduanya dikatakan sama-sama berasal dari otak walaupun sebenarnya kedua hal tersebut merupakan hal yang berbeda. Tetapi tetap saja cerita orang yang mengalami NDE tidak cukup jika untuk dijadikan bukti untuk suatu hal, mengingat NDE berasal dari dalam diri individu, spesifiknya ialah otak, dan mengingat adanya unsur subjektivitas dalam cerita orang-orang yang mengalaminya.

Sumber:

Giordano, Catherine. (3 Februari 2017). The Truth About Near Death Experiences: Scientific Explanations of NDE and OBE. Ditemu kembali dari https://owlcation.com/stem/The-Truth-About-Near-Death-Experience-Scientific-Explanations

IANDS. (8 Juli 2015). WHAT IS A NEAR-DEATH EXPERIENCE?. Ditemu kembali dari https://iands.org/ndes/about-ndes/what-is-an-nde.html

picture: thewellnessuniverse.com

Send this to a friend

Desainwebku