Tidak terasa sebentar lagi Asian Games akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang. Para atlet perlu mempersiapkan berbagai hal seperti keadaan fisik maupun psikologis dengan baik. Keadaan psikologis tentunya memiliki pengaruh yang besar pada performa atlet. Faktor negatif psikologis yang berasal dari luar dan dalam dapat memicu mental block. Mental block dapat merusak persiapan atlet, penurunan performa bahkan dapat menyebabkan cidera. Pengaruh mental block terhadap fisik seperti ketegangan otot, gemetaran otot, dan pernapasan yang berlebihan. Jika tidak segera teratasi maka tidak hanya akan berakibat pada atlet tapi juga pada seluruh tim.

Membuat goal setting yang realistis

Goal setting dalam persiapan pertandingan dapat menjadi taktik untuk meningkatkan keadaan psikologis. Hal ini berguna untuk menuntun atlet dalam melakukan serangkaian latihan sebelum pertandingan. Goal setting yang ditetapkan haruslah realistis. Karena jika berlebihan hanya akan membuat atlet menjadi kurang percaya diri. Goal setting sebaiknya disusun dengan spesifik dan realistis untuk dicapai.  Setiap goal setting yang telah dicapai, atlet dapat menandai pencapaiannya dan lanjut ke goal setting selanjutnya. Penandaan pada setiap pencapaian dapat meningkatkan kepercayaan diri atlet dan memudahkan atlet untuk dapat memperkirakan sejauh mana usaha yang telah didapatkan dan hal-hal apa yang kurang dan yang harus ditingkatkan. Jadi, goal setting terutama dalam persiapan Asian Games penting banget ya!

Melatih visualisasi atlet menuju Asian Games

Atlet yang dapat memvisualisasikan  bahwa ia akan menang dalam pertandingan  akan lebih mungkin untuk menang. Pastinya akan ada keraguan dalam diri akan kemampuannya maka perlunya positif self-talk. Atlet perlu mensugesti dirinya dengan kalimat dan kata-kata yang positif yang membantunya untuk memvisualisasikan bahwa ia akan dapat menjalankan pertandingan sesuai dengan harapannya. Visualisasi lebih penting pada olahraga individual dari pada tim. Visualisasi dapat dilakukan disaat proses latihan dan selama pertandingan. Melatih diri untuk dapat bervisualisasi akan sangat membantu atlet untuk lebih tenang dalam bertanding. Visualisasi adalah bentuk dari meditasi. Penting bagi atlet untuk rileks dan tenang saat bertanding. Jika ia dapat berpikir tenang dan tidak dalam pikiran yang kacau akan lebih mudah untuk meraih target yang diharapkan. Untuk dapat memudahkan.

Saat dalam proses persiapan, visualisasi dapat dibantu dengan mendengarkan musik yang dapat menenangkan pikiran atlet atau yang dapat memicunya untuk lebih bersemangat lagi dalam mengikuti serangkaian latihan. Musik yang dipilih berbeda-beda antar atlet.  Hal lain yang dapat membantu visualisasi adalah dengan membayangkan hal menyenangkan yang dapat ia lakukan misalkan pergi ke pantai atau jalan-jalan ke suatu tempat yang menyenangkan. Terkadang atlet menjadi cemas ketika akan latihan, visualisasi hal tersebut diharapkan dapat membantunya lebih fokus dalam latihan. Setelah latihan persiapan Asian Games, bisa mulai visualisasi, deh!

Tidak hanya mempersiapkan kekuatan fisik, keadaan psikologis atlet menuju Asian Games juga perlu dipersiapkan dengan matang. Karena perfroma yang baik hanya akan didapatkan jika kesiapan fisik sebanding dengan kesiapan psikologis atlet. Menetapkan goal setting dan visualisasi dapat menjadi solusi bagi kesiapan psikologis atlet dalam mempersiapkan pertandingan maupun ketika sedang dalam pertandingan.

Penulis: Ristia Angesti

Sumber:

Miele, L. M. (2015). The Effect of Psychology on Athletic Perfromance , Ditemu kembali https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-whole-athlete/201501/the-effects-psychology-athletic-performance.html

Send this to a friend

Desainwebku