Teman-teman sekalian, apakah seorang yang dekat denganmu pernah mengatakan bahwa ia ingin mengakhiri hidupnya? Kamu ingin mempercayainya, namun kamu merasa bahwa sepertinya hal tersebut tidak mungkin karena kamu begitu mengenalnya. Mungkin ia hanya bercanda, begitu pikirmu. Namun, sadarkah kamu kalau itu bisa saja merupakan perasaan yang benar ia rasakan? Stigma yang ada terkait depresi dan bunuh diri merupakan sebuah hal yang perlu diperhatikan. Takutnya seseorang akan reaksi dari masyarakat sekitar, bahkan mungkin orang terdekatnya, dapat mengurungkan niatnya untuk membuka diri serta mencari bantuan. Padahal, dukungan dari orang terdekat justru merupakan apa yang mereka butuhkan. Berikut ini merupakan 3 langkah yang dapat kamu lakukan untuk membantu mereka yang berpikiran untuk mengakhiri hidupnya.

1. Kenali Tanda-tandanya

Orang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri biasanya memberikan tanda-tanda tertentu. Misalnya, mengucapkan selamat tinggal, menarik diri, serta mengekspresikan keputusasaan yang mereka miliki. Setiap tanda-tanda ini, diikuti dengan pembicaraan terkait keinginan untuk bunuh diri haruslah dianggap serius. Oleh karena itu, kamu harus dapat menanggapinya dengan tenang.

2. Show that You Are There for Them

Setelah kamu mengetahui tanda-tandanya dan kamu merasa kamu mengenal orang yang menunjukkan tanda-tanda tersebut, pastikan mereka tahu kalau kamu ada bagi mereka. Mungkin mereka sedang menunggu kamu untuk memulai pembicaraan. Dengan kamu berinisiatif untuk memulai pembicaraan, mereka akan merasa kalau mereka dapat bercerita pada kamu dan menganggapmu orang yang dapat dipercaya.

Melalui pembicaraan ini, kamu juga dapat mengevaluasi kondisi yang ada, seperti apakah ia memiliki rencana yang detil terkait keinginannya untuk bunuh diri? Selain itu, kamu juga dapat mendapatkan informasi terkait apakah mereka sudah pernah mencoba bunuh diri sebelumnya. Tahukah kamu kalau orang yang pernah mencoba untuk bunuh diri lebih beresiko untuk mencobanya lagi di kemudian hari? Dengarkan apa yang sedang ia rasakan dan pikirkan. Sederhananya, jadilah teman bagi mereka, sebuah bahu untuk bersandar serta telinga yang mendengarkan. Langkah selanjutnya adalah mendorong mereka untuk mencari bantuan profesional.

3. Sadari Kalau Kamu Juga Manusia

Terkadang, segala hal yang sudah kamu lakukan masih belum cukup untuk mengubah pikiran temanmu untuk mengakhiri hidupnya. Terkadang, kamu merasa kalau kamu belum menjadi seorang teman yang baik. Ketahuilah terkadang sekalipun seseorang memiliki dukungan sosial yang baik serta bantuan dari profesional, orang tersebut pada akhirnya tetap memutuskan untuk bunuh diri. Sadari kalau kamu sudah memberikan yang terbaik, namun pada akhirnya kamu pun juga manusia.

Upayamu untuk membantu teman yang sedang mengalami masalah tertentu dapat menjadi sebuah hal yang melelahkan. Rasanya seakan-akan kamu juga bertanggung jawab atas apa yang terjadi padanya. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk juga mengetahui kapasitas dirimu dan juga melakukan hal-hal untuk menjaga kondisi psikologismu. Kamu juga boleh kok mencari bahu untuk bersandar serta telinga yang mendengarkan. Ingat, kamu tidak sendirian dan kamu tidak harus menyimpan semuanya sendiri. Sama sekali tidak mengindikasikan kalau kamu lemah, namun justru menunjukkan kalau kamu kuat karena kamu tahu kapasitas dirimu! Okay?

Content Writer: Hervi Utami

Referensi
http://www.distresscentre.com/2017/01/5-steps-to-help-someone-who-is-having-suicidal-thoughts/

Send this to a friend

Desainwebku