Apakah kamu sering kesulitan menyelesaikan suatu pekerjaan karena terus-menerus merasa belum memenuhi standarmu? Atau kamu meyakini bahwa suatu ketidaksesuaian sekecil apapun atas suatu aturan atau urutan akan mengakibatkan hasil yang tidak sempurna, sehingga kamu berulang kali mengatur detail pekerjaanmu?

“Kayaknya aku OCD deh.”

Pernah berpikir seperti itu? Eits, ternyata selain istilah OCD, ada juga gangguan yang disebut dengan OCPD lho. Apa sih perbedaannya? Yuk disimak!

1. OCD merupakan gangguan kecemasan, OCPD merupakan gangguan kepribadian

Berdasarkan DSM-5, obsessive-compulsive disorder (OCD) diklasifikasikan sebagai gangguan kecemasan karena penderita mengalami kecemasan sebagai hasil dari pemikiran obsesif dan ketidakmampuan mereka menghilangkan perilaku kompulsif. Sedangkan obsessive-compulsive personality disorder (OCPD) diklasifikasikan sebagai gangguan kepribadian, karena penderita mengembangkan suatu sifat yang ekstrem, perfeksionis, dan kaku terhadap suatu detail dan kontrol.

2. OCD ditandai dengan obsesi dan kompulsi yang sesungguhnya, OCPD bukan hasil pemikiran yang tidak bisa dikontrol

OCD ditandai dengan obsesi (pemikiran dan gagasan irasional yang terus-menerus muncul pada benak seseorang yang tidak dapat dikontrol, tidak diingankan, dan menyebabkan stress) atau kompulsi (perilaku irasional yang berulang-ulang karena ketakutan akan sesuatu yang buruk akan terjadi).

Sedangkan OCPD didefinisikan sebagai kepatuhan yang ketat terhadap suatu ketertiban dan kontrol lingkungan dengan mengabaikan fleksibilitas dan keterbukaan terhadap pengalaman baru.

3. Orang dengan OCD merasa tertekan dengan perilaku dan pemikiran mereka, orang dengan OCPD meyakini bahwa perilaku mereka memiliki tujuan

Pemikiran-pemikiran yang membuat tertekan dan stress menyebabkan penderita OCD bertindak untuk secara aktif menghilangkannya, seperti dengan menunjukkan perilaku kompulsif sebagai pengalih perhatian. Sedangkan penderita OCPD akan memunculkan perilaku yang mereka yakini memiliki tujuan untuk kesempurnaan atau ketertiban dan ditandai dengan :

  • Kebutuhan yang berlebihan terhadap kesempurnaan dan kontrol, tidak hanya pada lingkungannya tapi juga pada hubungan interpersonalnya
  • Kesibukan dengan detail, aturan, daftar, dan urutan hingga membuat penderita meninggalkan tujuan utama dari aktivitasnya
  • Kecintaan berlebihan pada sesuatu yang mengorbankan keluarga atau teman
  • Kekakuan dan ketidakfleksibelan berkaitan dengan moral, etika, nilai, atau aturan
  • Ketidakmampuan untuk melepaskan barang yang sudah tidak bernilai (hoarding)
  • Ketidakmampuan untuk bersikap baik kepada orang lain, seperti tidak membolehkan orang lain bekerja dengannya karena tidak memenuhi standar dirinya

4. Penderita OCD seringkali meminta bantuan profesional untuk mengatasi gangguannya, penderita OCPD tidak

Penderita OCD sering membutuhkan bantuan untuk mengatasi perilaku irasional dan kecemasaan yang terus-menerus dideritanya. Sedangkan penderita OCPD biasanya tidak mengganggap apa yang mereka lakukan sebagai sesuatu yang tidak normal atau irasional sehingga cenderung tidak mencari bantuan profesional.

5. Gejala OCD muncul secara berfluktuasi, gejala OCPD lebih bertahan lama dan tidak berubah-ubah

Pada penderita OCD, gejala cenderung muncul secara berfluktuasi, berhubungan dengan kemunculan perasaan cemas yang mendasarinya. Sedangkan pada OCPD, perilaku cenderung bertahan dan tidak berubah dalam rentang waktu yang lama.

Pada akhirnya, kedua gangguan bisa saja masih sulit dibedakan. Apabila kamu atau orang terdekatmu memiliki tanda-tanda di atas dan sudah sampai merugikan dirimu atau dirinya, mencari penanganan dari profesional kesehatan mental adalah jalan yang sangat tepat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat pula. Jadi yuk, mulai sadari pentingnya penanganan atas gangguan yang diderita oleh dirimu atau orang-orang terdekatmu!

Writer: Sylvi Noor Alifah

Sumber :

Berman, M. C. (2014, November 27). How To Recognize Someone With Obsessive-Compulsive Personality Disorder. Ditemui kembali 28 Maret 2018, dari https://www.huffingtonpost.com/carol-w-berman-md/obsessive-compulsive-personality-disorder_b_5816816.html

Kelly, O. (n.d.). Are OCD and Obsessive Compulsive Personality Disorder the Same? Ditemui kembali 27 Maret 2018, dari https://www.verywellmind.com/ocd-vs-obsessive-compulsive-personality-disorder-2510584

Nolen-Hoeksema, S. (2014). Abnormal Psychology(6th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.

Send this to a friend

Desainwebku