Pura-pura Sakit?

Apakah kamu pernah mendengar atau melihat orang yang pura-pura sakit atau melebih-lebihkan sakit yang ia rasakan? Tahukah kamu kalau ini ternyata dibahas lho dalam psikologi, lebih tepatnya disebut dengan malingeringMalingering merupakan tindakan berpura-pura sakit atau bisa juga melebih-lebihkan fakta mengenai seberapa parah sakit yang sebenarnya dirasakan. Perilaku ini sendiri bervariasi sesuai dengan kadar intensitasnya, dimana ada yang memang semua gejala dipalsukan atau sebagian saja yang dilebih-lebihkan. Malingering termasuk perilaku yang cukup sulit dideteksi karena ternyata memang cukup sulit nih untuk membuktikan kebenaran dari sakit yang dirasakan. Wah, kira-kira apa sih yang membuat seseorang melakukannya?

Penggerak Perilaku Berpura-pura Ini adalah…

Tindakan berpura-pura sakit ini disebabkan adanya motivasi atau reward eksternal, seperti mendapatkan uang, asuransi kesehatan, terbebas dari pekerjaan tertentu atau hal-hal sejenis lainnya. Misalnya, dengan berbohong bahwa seorang terkena infeksi maka orang tersebut dapat memperoleh kompensasi untuk perawatannya. Pada dasarnya, malingering cenderung berorientasi pada sesuatu yang sifatnya eksternal dan pada umumnya hal yang dikejar adalah uang. Reward yang dikejar oleh setiap orang berbeda-beda, tergantung pada keinginan serta kebutuhan masing-masing individu. Oleh karena itu, seorang dokter harus peka dan teliti dalam menangani pasien-pasiennya. Seorang dokter harus memeriksa seorang pasien dengan teliti dan dengan sekomprehensif mungkin untuk dapat menentukan apakah mereka benar-benar sakit? Adakah financial reward yang mungkin diincar oleh pasien atau mungkin hal lainnya?

Bagaimana Seorang Psikolog dapat Berkontribusi?

Nah, dalam proses identifikasi dan evaluasi inilah seorang psikolog dapat berkontribusi. Seorang psikolog mempunyai alat tes untuk memperoleh bukti objektif serta ilmiah untuk dapat menentukan apakah seseorang berpura-pura atau tidak. Namun, sebelum seorang pasien terbukti melakukan perilaku malingering, ia tetaplah harus mendapatkan perawatan yang semestinya dan diperlakukan sebagaimana mestinya. Bijaksanalah dalam menilai orang lain dan sebisa mungkin kumpulkanlah data untuk mendukung asumsimu. Be very slow to judge others, will you? 🙂

Referensi
Psychology Today. (2018, 6 Maret). Malingering. Ditemu kembali dari https://www.psychologytoday.com/us/conditions/malingering

Content Writer: Claudia Novianti

Send this to a friend

Desainwebku