“Di dalam keramaian aku masih merasa sepi” adalah sepenggal lagu Dewa 19 berjudul Kosong. Mungkin sebagian kita sering merasa seperti yang di lagu itu, udah ditengah keramaian tapi masih aja kesepian. Hayo siapa yang suka gitu? 

Manusia adalah makhluk sosial. Menurut Baumister & Leary (1995), manusia memiliki kebutuhan untuk menjadi bagian dari suatu kelompok yang menempatkan mereka pada keinginan berinteraksi dengan orang lain. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa interaksi dan dukungan sosial memiliki dampak positif terhadap kehidupan manusia.

Di era yang udah maju seperti sekarang, interaksi sosial mulai berubah. Berdasarkan data penelitian Anderson & Jiang di tahun 2018, 95% remaja pada tahun 2018 memiliki akses ke smartphone, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di sosial media, texting atau SMS-an dan bermain games. Penelitian ini menunjukkan pola perubahan interaksi face to face antar remaja yang tadinya ketemu tatap muka sekarang bisa via chat aja. 

Definisi kesepian itu sendiri apa sih?

Kesepian atau loneliness adalah perasaan kehilangan yang dirasakan individu dalam hubungan sosialnya. Tetapi ternyata, mayoritas orang merasa kesepian karena hubungannya yang tidak sempurna dengan orang lain, misalnya bos yang terlalu demanding, teman yang ngajak ribut terus, atau bahkan pasangan yang kurang memberikan afeksi. Hal-hal ini kemudian menimbulkan perasaan tidak puas terhadap lingkungan sosial mereka dan menyebabkan mereka merasa ‘sendirian’.

Menderita karena kesepian seperti menderita sakit fisik. Sebuah penelitian mengatakan bahwa orang yang kesepian dan mengkonsumsi Tylenol menunjukkan penurunan aktivitas pada area pemroses rasa sakit di otak, selain itu kesepian juga dapat meningkatkan respon flight (kabur) or fight (melawan) ketika kita menghadapi ancaman. Kesepian yang tidak diatasi dapat memicu timbulnya kecemasan, PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), stres kronis bahkan meningkatkan resiko penyakit Alzheimer.

Kesepian di Era “Konektivitas”

Menurut penelitian Twenge, Spitzburg & Campbell (2019), kelompok yang paling banyak melaporkan kesepian adalah remaja yang memiliki sedikit interaksi sosial secara tatap muka (offline) dan banyak menggunakan media sosial.

Sebenarnya internet tidak selalu berdampak buruk. Ketika internet digunakan untuk meningkatkan hubungan yang sudah terbentuk dan membentuk koneksi baru, internet dapat mengurasi rasa kesepian. Namun, ketika teknologi digunakan untuk “kabur” dari dunia sosial dan menarik diri dari “rasa sakit sosial” akibat interaksi, rasa kesepian meningkat.

Rasa kesepian juga merupakan faktor yang menentukan bagaimana orang-orang berinteraksi dengan dunia digital. Orang-orang yang kesepian lebih cenderung menggunakan internet untuk interaksi sosial. Penggunaannya menggantikan waktu interaksi sosial offline.

Lalu, bagaimana mengatasi perasaan kesepian?

Dibawah ini adalah tips-tips untuk mengatasi kesepian yang kamu rasakan: 

1.     Cari tahu apa yang bikin kalian kesepian 

    Hal pertama yang harus kalian tau adalah penyebab kalian kesepian, karena gimana bisa kalian mengatasi perasaan kesepian itu kalau kalian nggak tahu penyebabnya apa? Lalu kalian bisa mulai mencari lagi kegiatan seperti apa yang membuat kalian nggak merasa kesepian, supaya kalian bisa melakukan kegiatan yang bisa menghilangkan perasaan kesepian kalian ketika perasaan itu muncul.

2.      Fokus pada interaksi di real life 

    Mulailah membangun interaksi yang lebih sering dengan orang di dunia nyata dan tidak membiarkan diri kita terdistraksi dengan smartphone atau teknologi lain, berbicara dengan orang sekitar bisa membantu kamu mengatasi rasa kesepian loh. Apalagi kalau teman bicaranya adalah teman bicara satu frekuensi. Cobalah untuk lebih ramah dengan orang asing untuk membantu kita merasa lebih terkoneksi dengan dunia luar. 

3.     Pergi travelling dengan teman 

    Kadang ketika merasa kesepian, kita nggak sadar mulai menarik diri dari orang lain. Misalnya menghabiskan waktu nonton film sendirian dirumah, atau main sosial media seharian. Hal ini secara tidak sadar bikin kalian tambah jauh dari kehidupan sosial kalian. Nah kamu bisa mulai mencoba hobi baru, atau travelling dengan teman juga terdengar seru. Kalian jadi bisa punya lebih banyak waktu ngobrol dan seseruan bareng teman kalian. 

4.     Gabung ke komunitas yang sesuai minat kamu 

    Bergabung ke komunitas selain bermanfaat secara sosial kalian juga bisa banyak belajar hal baru, misalnya kalian gabung ke komunitas mengajar. Selain kalian akan mendapatkan ilmu tentang cara-cara mengajar dan menghadapi murid, kalian juga akan mendapatkan teman-teman baru yang satu interest sama kalian. Sounds fun isn’t it? 

Penulis: Niken Mawar
Editor: Elga Theresia

SUMBER 

https://www.psychologytoday.com/intl/blog/click-here-happiness/201902/feeling-lonely-discover-18-ways-overcome-loneliness
https://www.psychologytoday.com/us/basics/loneliness

Nowland, Rebecca & Necka, Elizabeth & Cacioppo, John. (2017). Loneliness and Social Internet Use: Pathways to Reconnection in a Digital World?. Perspectives on Psychological Science. 13. 174569161771305. 10.1177/1745691617713052.

Twenge, J. M., Spitzburg, B. H., & Campbell, W. K. (2019). Less in-person social interaction with peers among U.S. adolescents in the 21st century and links to loneliness. Journal of Social and Personal Relationships, 026540751983617. doi:10.1177/0265407519836170 

Desainwebku