Sobat, hati-hati yah di keramaian, ya! Wait, emang kenapa di keramaian? Saat kamu berada di angkutan umum atau berjalan di keramaian kamu perlu waspada, bisa jadi kamu ketemu dengan pelakunya frotteuristic disorderTahukah kamu apa itu frotteuristic disorder? Apa sih itu?  Yuk, kenalan dulu.

Istilah ini merujuk pada tindakan menyentuh atau menggosokkan alat kelamin seseorang dengan orang lain secara seksual tanpa adanya consent (kesepakatan) untuk mencapai kepuasan seksual atau orgasme. Orang yang melakukan frotteurisme menikmati pengalaman seksual pribadi pada situasi dimana ada banyak orang di sekelilingnya. Hal ini merupakan salah satu dari gangguan parafilik (merangsang secara seksual) yang termasuk dalam kategori kriminal. Aduh, ngerii. Meskipun frotteuristic disorder dapat dialami oleh berbagai usia, masalah yang paling sering terlihat yaitu pada usia muda, dengan ciri laki-laki pemalu antara usia 15 dan 25. Namun juga dapat terlihat pada laki-laki yang berusia lebih tua, pendiam, dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Apa gejalanya?

Lalu, apa ya gejala yang bisa dikenali dari orang yang mengalami frotteuristic disorder? Diantaranya yaitu fantasi yang kuat, timbulnya dorongan dan keinginan seksual yang  berpusat pada tindakan menyentuh dada, kaki, bokong, atau kemaluan seseorang yang tidak terduga dan tanpa kesepakatan dari orang tersebut atau menggosok-gosokan bagian panggul atau penis yang ereksi pada orang itu, biasanya dari belakang. Perilaku frotteuristic ini berulang dan biasanya terjadi pada tempat-tempat keramaian publik seperti kereta, bus, lift, atau bahkan jalanan yang penuh sesak. Waduh, kamu harus hati-hati nih.

Selain merupakan aktivitas kriminal karena berupa seks tanpa kesepakatan, frotteurisme didiagnosis sebagai gangguan kesehatan mental. Diagnosa ini dilihat ketika perilaku semacam ini berlanjut lebih dari enam bulan atau jika fantasi dan dorongan menyebabkan distress yang signifikan. Bisa juga dinilai dari disfungsi pada hubungan personal dan kegiatan sehari-hari.

Apa penyebab frotteuristic disorder?

Hmmm, jadi penasaran ngga sih apa yang membuat seseorang bisa mengalami frotteuristic disorder? Banyak teori yang menyebutkan soal ini. Di antaranya berpusat pada isu sosial seperti kurangnya kesepakatan dari pasangan dan hal lainnya seperti ketidakmampuan untuk mengontrol dorongan seksual. Namun akar penyebabnya masih tidak diketahui. Faktor risiko dapat berupa terlalu berfokus dengan seks atau masalah hiperseksual, seperti dorongan seksual yang sering dan kuat secara tidak biasa. Keadaan lain yang mengikutinya dapat berupa gangguan parafilik lain (biasanya, voyeurisme dan ekshibisionisme), gangguan kepribadian antisosial non seksual, gangguan perilaku, depresi, cemas, gangguan penggunaan obat, atau kerusakan otak. Riwayat kekerasan seksual dapat berperan dalam berkembangnya frotteuristic disorder, khususnya saat tanda-tanda gangguan terlihat pada usia sangat muda.

Gimana penanganannya?

Disayangkan nih guys, orang yang mengalami frotteuristic disorder biasanya tidak mencari pengobatan dan hanya menerima bantuan setelah ditangkap karena pelecehan seksual. Penanganan pun baru didapat setelah diperintahkan oleh sistem peradilan. Nah loh, kok bisa begitu? Orang-orang dengan frotteuristic disorder bertindak cepat dalam keramaian, tempat publik, dan seringkali berhasil menghilang atau menyatu dalam keramaian tanpa tertangkap. Jadi hanya sedikit informasi yang diketahui mengenai prevalensi ataupun tingkat keberhasilan penanganannya. Sayang sekali, ya.

Terus, apa aja sih penanganan yang diberikan pada frotteuristic disorder? Penanganan standar yang dilakukan berupa pengobatan dan psikoterapi. Pengobatan seperti hormon dan antidepresan tertentu digunakan untuk membantu mengurangi hasrat seksual. Terapi perilaku atau kognitif-perilaku dan latihan relaksasi dapat membantu mengatur dorongan seksual dan pengalihan pikiran untuk mempelajari cara-cara yang tepat untuk mengatur impuls dan perilaku seksual yang tidak tepat.

Nah, sudah tau kan kenapa kita perlu berhati-hati di keramaian? Bila mengenali tanda-tanda ini kamu bisa segera menghindari tempat tersebut atau kalau cukup berani. Kamu bisa segera bertindak dengan mengatakan keras-keras perbuatannya di depan semua orang. Semua tergantung keadaan dan pilihanmu, jadi jangan lupa berhati-hati ya!

Penulis: Hervi Utami

Send this to a friend

Desainwebku