Baru-baru ini, penyanyi cantik sensasional yang bernama Syahrini sedang menjadi topik yang dibicarakan di berbagai media sosial. Dilansir dari bbc.com (26/03) terdengar kabar bahwa Syahrini memposting sesuatu di instagramnya. Isinya menunjukkan dirinya yang sedang berada di Memorial Holocaust di Berlin, Jerman sambil berkata “Bagus ya, ditempat Hitler bunuh-bunuhan dulu.” Ucapannya tersebut menuai kritik dari banyak orang. Apalagi Syahrini bukanlah rakyat biasa. Ia adalah seorang selebriti yang tingkat popularitasnya cukup tinggi. Menjadi selebritis berarti akan diperhatikan, disukai, dan dikagumi oleh banyak orang.

Terdengar enak ya jadi selebritis? Namun meskipun terkenal dan disukai banyak orang, menyandang status selebriti sama sekali tidak mudah. Donna Rockwell dan David C.Giles (2009) melakukan interview kepada beberapa selebritis Amerika untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana gambaran kehidupan selebritis dan pasang surut di dalamnya. Berdasarkan hasil yang diperoleh Rockwell dan Giles mengidentifikasi empat  fase yang para selebriti hadapi:

  1. Love/ Hate: Perasaan yang tidak menentu

Menjadi terkenal cenderung memberikan euphoria tersendiri bagi yang mengalaminya seperti yang dirasakan para selebritis baru. Mereka senang menjadi seseorang yang dikagumi dan menerima banyak perhatian serta kasih sayang dari banyak orang. Namun di satu sisi mereka juga mempertanyakan kepuasan yang mereka peroleh dari popularitas tersebut. Ada bagian yang mereka suka, namun ada juga bagian yang mereka benci dari popularitas.

  1. Addiction: Takut kehilangan popularitas

Setelah mereka menjadi terkenal dan mendapatkan banyak fans, muncul suatu ketakutan jikalau nantinya perhatian dan kasih sayang yang sudah mereka terima, hilang begitu saja. Pada fase ini, para selebritis sulit untuk membayangkan hidup tanpa popularitas.

  1. Acceptance: Menerima bahwa dirinya berbeda

Seiring berjalannya waktu, para selebritis akan merasa besarnya perhatian dan kasih sayang dari banyak orang yang diperolehnya melebihi kadarnya dan dia tidak tau cara  mengatasinya. Dalam situasi ini, selebritis akan menerima bahwa hidup mereka memang berbeda dari hidup orang pada umumnya.

  1. Adaptation: Terbiasa hidup sebagai selebriti

Hanya dengan memahami dan menerima bahwa dirinya mempunyai otoritas dalam hidupnya, selebritis dapat beradaptasi dengan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi sebagai orang terkenal. Mereka mulai paham bahwa mereka berhak membuat batas teritori yang jelas dengan orang sekitar. Namun di sisi lain hal ini akan menimbulkan dampak negatif pada hubungannya dengan dunia luar. Biasanya  di fase ini, para selebritis seolah-olah akan berlaku cuek. Mereka bisa saja terus berjalan tanpa mempedulikan orang-orang yang memanggil nama mereka.

Di samping fase-fase berat yang harus mereka lalui, ada beberapa hal negatif juga yang akan terjadi pada mereka. Pertama, mereka cenderung merasa bahwa mereka kehilangan identitas dirinya sendiri karena mereka sulit untuk tampil apa adanya di hadapan publik.

Kedua, mereka ragu apakah orang-orang yang suka kepada mereka atas karena diri mereka yang sebenarnya atau apa yang mereka lakukan. Mungkin saja orang-orang sama sekali tidak peduli siapa mereka sebenarnya. Ketiga, sebagai selebriti tentunya untuk memuaskan para penggemarnya, mereka harus dapat memenuhi permintaan dan ekspektasi penggemarnya. Dan seperti yang kita tahu, hidup untuk memuaskan orang lain tidak akan pernah ada habisnya karena pada dasarnya manusia tidak pernah puas. Hal itu akan membuat selebriti lelah sendiri baik secara fisik maupun mental.

Begitulah ups and downs sebagai selebriti. Cukup berat ya? Satu hal yang perlu kita pahami, selebriti juga manusia seperti kita bukan objek. Jadi perlakukanlah mereka secara manusiawi. Hargai kehidupan personal mereka dan dukung mereka sepenuh hati.

Penulis: CLAUDIA NOVIANTI

Sumber:

Robb, Alice. 2014. The Four Stages of Fame: How Celebrities Learn to Accept—and Regret—Their Popularity. [Internet] diambil dari: https://newrepublic.com/article/116227/celebrity-study-four-phases-accepting-fame [diakses pada tanggal 24 Maret 2018]

Kumar, Sheel V. 2013. What Fame Does to Famous. [Internet] diambil dari: https://www.news18.com/news/india/what-fame-does-to-the-famous-590405.html [diakses pada tanggal 24 Maret 2018]

BBC. 2018. Syahrini, Holocaust, dan Kontroversi Tak Pernah Selesai. [Internet] diambil dari: http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-43533248 [diakses pada tanggal 24 Maret 2018]

Send this to a friend

Desainwebku