Pernahkah kamu mendengar orang yang sedang dalam pengobatan untuk gangguan psikologis seperti depresi menolak minum antidepresan secara teratur? Padahal, bukankah sebenarnya mereka tidak boleh lepas dari obat itu ya? Yes, ketidakteraturan dalam mengonsumsi obat tersebut dapat mengakibatkan kambuhnya depresi, bahkan dapat memperparah keadaannya apabila ia memutuskan untuk berhenti sama sekali. Akibatnya ternyata cukup fatal ya, teman-teman. Hmm, kira-kira apa ya efek samping dari antidepresan yang membuat seseorang tidak mau mengonsumsinya?

Konsumsi Antidepresan = Sulit Identifikasi Perasaan?

Ternyata, konsumsi antidepresan dapat membuat seseorang kurang menyadari emosinya sendiri atau bahasa kerennya, alexithymia. Kok bisa begitu? Jani Kajanoja (dalam Dolan, 2018) menyatakan bahwa sekitar 10-20% subjek penelitian yang diberikan pengobatan serotonergic antidepressant menjadi apatis, mengalami pengurangan emosi positif serta empati. Peneliti membandingkan 57 individu yang diberikan antidepresan (kelompok A) dengan 441 individu yang tidak mengonsumsi antidepresan (kelompok B). Sebagai hasilnya, 57 partisipan yang berada dalam kelompok A dilaporkan mengalami kesulitan mengidentifikasi perasaan mereka. Saat diberikan pernyataan-pernyataan, mereka yang mengonsumsi antidepresan cenderung untuk menyetujui pernyataan seperti “When I am upset, I don’t know if I am sad, frightened, or angry” dan “I don’t know what’s going on inside me”.

Antidepresan Belum Tentu Penyebabnya

Eits, tunggu sebentar. Apakah benar kalau antidepresan penyebanya? Penelitian ini masih belum dapat menyimpulkan bahwa antidepresan berujung pada kesulitan mengidentifikasi perasaan. Selain daripada masih kurangnya penelitian di area ini, penjelasan lainnya adalah bagaimana obat jenis ini cenderung diberikan pada individu dengan emotional awareness yang lebih rendah. Jadi, bisa saja terdapat faktor penyebab lainnya nih. Oleh karena itu, pernyataan bahwa antidepresan menyebabkan kesulitan identifikasi perasaan masih inkonklusif.

Masih Butuh Penelitian Lebih Lanjut

Walaupun hasil penelitian ini dapat dikatakan cukup mencengangkan, tentu saja masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini memberikan insight baru dan membukakan pintu menuju temuan yang bisa jadi lebih luar biasa. Misalnya, untuk mengetahui bagaimana konsumsi antidepresan dapat mempengaruhi emotional awareness dan emotional processing.

Segala sesuatu ada konsekuensinya, begitu pula dengan konsumsi antidepresan. Studi terbaru memang menunjukkan bahwa salah satu efek sampingnya adalah kesulitan untuk mengidentifikasi perasaan. Namun, disebutkan pula dalam jurnal penelitian tersebut kalau studi lanjut masih dibutuhkan. Pemberian jenis obat ini pada pasien dengan gangguan psikologis tertentu pasti didasarkan pada berbagai macam pertimbangan dan pada akhirnya demi kebaikan orang tersebut. So, let’s not jump into any conclusions, shall we?

Referensi
Dolan, E. W. (2018, 21 Maret). People on antidepressants also tend to have trouble identifying their feelings. Ditemu kembali dari http://www.psypost.org/2018/03/people-antidepressants-also-tend-trouble-identifying-feelings-50936

Content Writer: Hervi Utami Kusuma Dewi

Send this to a friend

Desainwebku