Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan menyambut bulan penuh keberkahan, bulan Ramadan. Bagi umat Islam, bulan ini merupakan waktu dimana mereka harus melakukan ibadah puasa. Menahan haus dan lapar dari sebelum matahari terbit sampai sore hari menjelang malam selama satu bulan lamanya. Ternyata, selain perintah agama, berpuasa juga ada manfaatnya secara psikologis, lho!

Efek psikologis seseorang yang berpuasa

Ketika seseorang berpuasa, ia tidak hanya menahan diri untuk tidak makan dan minum. Puasa juga bermakna menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan atau mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati orang lain. Misalnya berdebat, membicarakan kekurangan orang lain, atau berbohong. Berpuasa juga mengajarkan seseorang untuk menahan hawa nafsu, melatih kesabaran, juga berpikiran positif. Contohnya menahan untuk tidak membeli hal-hal yang tidak perlu dan mencoba bersabar ketika bertemu dengan situasi yang menyebalkan. Kebiasaan-kebiasaan tersebut melatih seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Ada perasaan bahagia saat silaturahmi dengan orang terdekat

Ada salah satu kegiatan yang menjadi ciri khas selama bulan Ramadan yaitu buka puasa bersama atau sering disebut dengan bukber. Bukber menjadi salah satu agenda yang hampir dapat ditemui oleh semua kalangan, mulai dari anak remaja sampai orang tua. Acara ini biasanya jadi ajang silaturahmi dengan kawan dan saudara terutama bagi mereka yang jarang bertemu. Saat acara bukber biasanya ada perasaan bahagia karena saling bertukar kabar yang dihiasi dengan saling bernostalgia bersama kawan dan saudara.

Bulan Ramadan menjadi momen tepat melatih empati

Bagi umat Islam, bulan Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan. Banyak umat Islam yang berlomba-lomba untuk menyucikan diri dan meningkatkan amal ibadahnya. Entah dari segi ibadah untuk diri sendiri atau berbuat baik ke sesama manusia. Selama bulan Ramadhan biasanya akan banyak sekali orang-orang yang bersedekah atau mengadakan acara bakti sosial. Berbagi kebahagiaan dengan orang lain yang membutuhkan akan membuat diri kita menjadi lebih mensyukuri apa yang telah dimiliki saat ini. Selain itu dengan adanya kegiatan berbagi, seseorang juga bisa lebih berempati kepada orang lain.

Dengan dilatihnya seseorang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, berbuat baik kepada sesama manusia, menahan hawa nafsu dan sikap-sikap buruk yang ada dalam diri, diharapkan kebiasaan ini akan terus berlanjut sampai sesudah bulan Ramadan. Kalau kamu, kebiasaan apa saja yang biasa dilakukan selama bulan Ramadan? Apapun itu, semoga berguna untuk diri sendiri dan orang lain, ya!

Penulis: Fathin Nibras

Sumber:

Ahmad, et al. (2012). Psycho-social behaviour and health benefits of islamic fasting during the month of ramadan. Journal of Cummunity Medicine and Health Education, 2, 1-4.

Send this to a friend

Desainwebku