Memaafkan dapat saja merupakan sebuah tindakan yang sulit dilakukan. Dalam hidup ini, terkadang kita melakukan sebuah kesalahan yang berdampak buruk pada orang lain atau mungkin kita mengambil sebuah keputusan yang kita sesali. Belum lagi, ada orang-orang yang menyakiti kita atau mungkin orang-orang yang kita sayangi. Misalnya, teman dekat, keluarga atau pihak lain yang kita kasihi. Oleh karena itu, terkadang memaafkan tidak hanya terbatas pada memaafkan orang lain tetapi juga diri kita sendiri. Meskipun memaafkan membutuhkan usaha yang besar, memaafkan itu merupakan sebuah pilihan loh! Berikut ini merupakan tips-tips bagi kalian yang ingin belajar memaafkan (Luskin dalam American Psychological Association, 2006):

1) Identifikasi dan pahami perasaanmu terhadap apa yang telah terjadi, misalnya apa hal yang membuat kamu marah, sedih, maupun kecewa.

2) Pahami dan tanam dalam dirimu kalau memaafkan itu bukan untuk orang lain tetapi untuk kebaikanmu sendiri. Oleh karena itu, kamu harus berkomitmen untuk membuat dirimu merasa lebih baik.

3) Mengampuni tidak sama dengan melakukan rekonsiliasi dengan pihak yang menyakitimu, melainkan agar dirimu dapat memahami serta menerima kejadian tersebut.

4) Ketahuilah bahwa kamu memiliki kontrol atas pilihan dalam hidupmu. Hal-hal buruk di luar kendalimu dapat saja terjadi tetapi cara pandangmu terhadap hal tersebut sepenuhnya merupakan pilihanmu J

5) Arahkan energi yang kamu miliki untuk mencapai tujuanmu. Merasa marah, sedih atau frustrasi boleh-boleh saja tetapi jangan terlalu lama larut di dalamnya dan melupakan hal-hal baik lain dalam hidupmu. Sadari bahwa setiap kejadian pasti ada hikmahnya.

“The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong”. Begitulah kata Mahatma Gandhi. Memaafkan sama sekali tidak membuatmu terlihat lemah. Sebaliknya, memaafkan menunjukkan bahwa kamu merupakan seorang yang kuat. Kamu berhasil bangkit dari kesedihan atau kemarahan yang kamu rasakan. Kamu berhasil ‘mengambil kembali kontrol’ atas hidupmu; tidak melulu hidup dalam kedengkian atau kekesalan. Kamu berhasil mengambil pelajaran dari kejadian tersebut dan menjadi pribadi yang lebih baik. Coba, apakah ada dari pernyataan-pernyataan di atas yang menunjukkan kelemahan?

Content Writer: Nathania Vrischika | Content Editor & Ideation: Olphi Disya Arinda

Source:

American Psychological Association. (2006). Forgiveness: A Sampling of Research Results. Washington, DC: Office of International Affairs. Reprinted, 2008.

Image: medcitynews.com

Send this to a friend