Self-love atau mencintai diri sendiri penting untuk membuat kita dapat menikmati hidup. Self-love juga dapat mempengaruhi bagaimana kita mengatasi masalah yang terjadi dalam hidup. Individu yang tidak mencintai diri mereka sendiri akan sulit percaya bahwa orang lain juga bisa mencintai diri mereka sehingga mereka akan cenderung menghindari hubungan cinta yang sehat dengan orang lain. Kemungkinan lain adalah individu yang tidak mencintai diri mereka akan memilih hubungan yang buruk sebagai strategi self-destructive. Singkatnya, ada kepercayaan populer yang mengatakan bahwa mencintai diri sendiri mempunyai hubungan yang erat dengan mencintai orang lain. Namun, rantai sebab akibatnya masih belum jelas.

Lalu, apa sebenarnya self-love itu? Self-love adalah sebuah penghargaan seseorang untuk dirinya yang tumbuh dari aksi yang mendukung perkembangan fisik, psikologis, dan spiritual. Self-love bersifat dinamis dan tumbuh dari aksi yang membuat kita lebih dewasa.

Saat kita mampu mengembangkan self-love dalam diri kita maka artinya kita mulai untuk menerima kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri kita sebagaimana kita menerima kekuatan-kekuatan kita. Sebagai ilustrasi, kita bisa saja mengatakan bahwa kita mencintai seseorang dengan sangat mendalam. Namun, akan ada beberapa kondisi di mana orang yang kita cintai itu gagal memenuhi kriteria idaman kita dan itu mempengaruhi bagaimana kita mempertahankan sesuatu yang kita sebut sebagai “unconditional.” Alias tanpa syarat.

Self-love juga merupakan awal dari semua hubungan yang akan kita kembangkan dengan orang lain. Analoginya, kita tidak dapat menuangkan air dari teko yang kosong. Begitupun dalam memberikan cinta pada orang lain, tidak dapat dilakukan saat kita sendiri hampa akan cinta tersebut. Namun, menerapkan self-love dalam kehidupan nyatanya tidak mudah. Kita hidup di masyarakat yang menormalisasi cara kita menyabotase prioritas dan kepedulian terhadap diri sendiri. Contohnya, saat kita terus-terusan membandingkan diri dengan orang lain. Kita beranggapan orang lain telah meraih banyak hal yang tidak bisa kita raih dan berjuang lebih besar daripada perjuangan kita sehingga kita merasa tertinggal, payah, dan sebagainya. Manusia memang memerlukan social comparison agar bisa selalu mengevaluasi dirinya dan menjadi lebih baik namun jika terus-terusan dilakukan sehingga mengkerdilkan diri sendiri maka itulah yang tidak baik.

Bagaimana Cara Menumbuhkan Self-Love

Mengingat pentingnya Self-Love, maka kita harus mengetahui bagaimana cara menumbuhkan Self-Love. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan  :

  • Merawat diri sendiri (self-care) baik merawat tubuh (berolahraga, makan yang sehat, tidur yang cukup, minum air putih), pikiran (mencari bantuan dari support system), dan jiwa (meditasi).
  • Menetapkan batasan karena pada dasarnya kita adalah manusia yang tidak bisa melakukan semuanya. Kita juga harus menetapkan batasan dalam bekerja, mencintai, atau aktivitas apapun yang dapat membahayakan kita secara fisik, emosional, maupun spiritual.
  • Kelilingi diri dengan orang-orang yang tepat dan tidak toxic. Orang-orang seperti ini biasanya hadir disaat kita sedang berada di situasi sulit.
  • Tentukan tujuan hidup sehingga apapun yang telah kita capai maupun belum capai akan tetap menjadi pembelajaran dan pengalaman karena kita tahu tujuan hidup kita dan kemana kita akan berjalan.

Self-love memang terdengar sederhana namun mempunyai efek luar biasa untuk hidup. Ini membuat kita hidup dengan nyaman dan sehat serta berinteraksi dengan orang-orang di sekeliling yang akan mendukung well-being kita.

Daftar Pustaka

Campbell, W. K., Foster, C. A., & Finkel, E. J. (2002). Does self-love lead to love for others? A story of narcissistic game playing. Journal of personality and social psychology, 83(2), 340.

Khoshaba, D. (2012). A Seven-Step Prescription for Self-Love. Diakses pada 20 Maret 2019 dari https://www.psychologytoday.com/intl/blog/get-hardy/201203/seven-step-prescription-self-love

Seltzer, L. F. (2014). Unconditional Love is Possible—But Only From Yourself. Diakses pada 21 Maret 2019 dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/evolution-the-self/201403/unconditional-love-is-possible-only-yourself?collection=169080

Plata, M. (2019). Are You Sabotaging Your Self-Love?. Diakses pada 21 Maret 2019 dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-gen-y-psy/201902/are-you-sabotaging-your-self-love

 

 

 

 

Desainwebku