Teman-teman pernah merasa bersalah kan? Entah karena ngomong sesuatu yang bikin teman tersinggung, atau menunda mengerjakan tugas, atau karena telat bangun. Sebenarnya rasa bersalah itu apa sih? Rasa bersalah adalah keadaan emosi dimana kita mengalami konflik karena kita melakukan sesuatu yang sebaiknya tidak dilakukan atau tidak melakukan sesuatu yang kita yakini harus kita lakukan. Jika sudah seperti itu, perasaan bersalah tersebut tidak semudah itu untuk dihilangkan. Soalnya kita cenderung akan fokus dengan ucapan, sikap atau perilaku kita yang kita anggap salah. Terkadang rasa bersalah tersebut bisa terasa terlalu besar dan intens yang membuat kita jadi susah untuk mengelola perasaan kita.

Mengapa kita bisa merasa bersalah?

Rasa bersalah bisa muncul dari banyak penyebab seperti sistem nilai yang berbeda di berbagai budaya, disiplin yang  berlebihan, standar perilaku yang tidak realistis, dan tidak mengakui kesalahan yang diperbuat. Dan semuanya itu merupakan bentuk rasa bersalah yang tidak sehat karena kita seolah-olah harus menjadi pribadi yang tidak pernah melakukan kesalahan, berekspektasi terlalu tinggi terhadap diri sendiri dan orang lain, dan semua itu dapat menyebabkan stress.

Sebenarnya teman-teman, rasa bersalah itu tidak selalu berdampak negatif loh. Melalui perasaan tak menyenangkan tersebut kita jadi tau kalau kita melakukan hal yang salah dan dapat membantu kita juga untuk lebih paham tentang perilaku kita yang mempengaruhi diri sendiri maupun orang lain. Rasa bersalah akan mendorong kita mengevaluasi perilaku kita sehingga kita tidak melakukan kesalahan yang sama.

Yuk kita lihat apa saja sih dampak dari merasa bersalah?

  1. Rasa bersalah dapat membuat kita punya tanggung jawab yang berlebihan. Kita bisa saja berusaha terlalu keras, memberikan terlalu banyak upaya, atau jadi ingin melakukan apapun asal orang lain senang.
  2. Rasa bersalah bisa membuat kita jadi didominasi oleh rasa takut akan berbuat kesalahan yang cenderung bisa membuat kita menjadi menyerah, tidak aktif, atau diam saja,
  3. Rasa bersalah juga dapat membuat kita merasa bahwa membantu orang lain membuat rasa bersalah kita berkurang. Kita meyakini bahwa hal yang baik untuk membantu orang lain, tidak sadar bahwa hal tersebut bisa menjadi pendorong untuk perilaku ‘dermawan’
  4. Rasa bersalah kita cenderung diikuti dengan pemikiran yang irasional yang membuat kita sulit untuk menata perasaan kita. Padahal sebenarnya kita harus objektif saat merasa bersalah sehingga keputusan yang kita ambil memang berdasarkan pemikiran yang rasional.
  5. Rasa bersalah dapat mendorong kita melakukan perubahan kearah lebih baik. Hal itu dapat dijadikan sebagai alat ukur kita terhadap kebutuhan untuk berubah dan melanjutakan hidup dengan cara yang berbeda.

Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi perasaan bersalah?

Menerimanya ketika memang dibutuhkan, dan melepaskannya ketika malah membuat kita tidak sejahtera. Yuk pahami tips-tipsnya!

  1. Kenali bentuk rasa bersalah yang kita rasakan dan tujuannya. Misalnya terlalu banyak waktu yang kita habiskan untuk me time sehingga membuat kita kurang keep in touch dengan teman-teman maupun keluarga. Rasa bersalah tersebut merupakan peringatan untuk perubahan perilaku atau hal tersebut akan merusak relasi kita dengan teman maupun keluarga.
  2. Terima fakta kalau kita melakukan kesalahan tapi jangan stuck di hal itu terus ya. Apa yang sudah berlalu tidak bisa diubah, tapi kita bisa melakukan sesuatu untuk perilaku kita tersebut. Minta maaf atau perbaiki perilaku kita yang salah, but then let it go. Semakin kita fokus sama kesalahan kita, semakin pula itu akan mengganggu kita dan hubungan kita dengan orang lain.
  3. Belajarlah dari kesalahan kita. Tujuan rasa bersalah bukan membuat kita merasa buruk akan hal itu. Perasaan bersalah mencoba untuk memberikan signal ke kita untuk belajar sesuatu dari pengalaman. Belajar sesuatu dari kesalahan, akan membuat kita cenderung untuk tidak melakukannya lagi.
  4. Kesempurnaan itu tidak ada pada manusia. Mencari kesempurnaan hanya mengarahkan kita ke kegagalan, karena memang itu tidak bisa dicapai. Kita semua membuat kesalahan. Kuncinya adalah sadari kesalahan kita dan pahamilah bahwa kita hanyalah manusia. Jangan menyalahi diri terus menerus selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Memang seperti itulah hidup. Kita berbuat kesalahan, dan belajarlah dari itu.

Wah ternyata rasa bersalah harus dikelola dengan baik ya dan teman-teman  sudah tau nih cara-cara mengatasinya. Yuk sadari kesalahan yang kita perbuat, belajar dari sana, dan move on!

Penulis: Claudia Novianti

Sumber:

Lalor, Diana. __. Dealing with Feelings of Guilt. Ditemu kembali dari: https://www.cottesloecounselling.com.au/dealing-with-guilt.html diakses pada tanggal 3 Juni 2018

Send this to a friend

Desainwebku