Sebanyak dua belas remaja dan seorang pelatih dari sebuah tim sepak bola terperangkap di gua Tham luang, Chiang Rai, Thailand. Mereka terjebak selama 2 minggu lebih di dalam gua yang berjarak beberapa kilometer dari mulut gua dan jalan keluarnya tergenang air yang menyulitkan mereka untuk keluar. Upaya penyelamatan terus dilakukan meskipun berbahaya dan beresiko tinggi hingga pada 10 Juli kemarin seluruh korban bisa diselamatkan. Orang-orang yang terjebak di dalam gua terebut memiliki beberapa resiko kesehatan baik secara fisik maupun mental, seperti PTSD.

Dr Andrea Danese, pimpinan Stress and Development Lab at King’s College London, mengatakan “Mereka mungkin menjadi penuh rasa takut, saling bertumpu satu sama lain atau menjadi sangat gelisah. Mereka mencemaskan keselamatannya, menjadi moody dan putus asa.” Perasaan-perasaan tersebut mungkin akan hilang seiring berjalannya waktu, akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika kejadian tersebut memengaruhi kesehatan mental korban dalam jangka waktu yang panjang seperti Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Apakah itu Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)?

PTSD atau yang biasa disebut stres pasca trauma merupakan suatu kejadian atau beberapa kejadian traumatis yang dialami atau disaksikan secara langsung oleh seseorang yang mengakibatkan ketakutan ekstrem atau rasa tidak berdaya.

Gejala-gejala PTSD:

Seseorang dapat didiagnosis PTSD jika mengalami gejala berikut selama lebih dari satu bulan :

  1. Seperti mengalami kembali kejadian traumatis. Individu kerap teringat pada kejadian tersebut dan mengalami mimpi buruk tentang hal itu.
  2. Menghindari segala hal yang berkaitan dengan kejadian traumatis tersebut. Misalnya menghindari jalan tempat korban mengalami sebuah kecelakaan.
  3. Ketegangan meningkat. Seperti sulit tidur atau tidur berlebih, sulit berkonsentrasi, waspada berlebihan dan terkejut berlebihan.

Penyebab PTSD

Penelitian dan teori mengenai penyebab gangguan PTSD berfokus pada faktor faktor resiko seperti ketika nyawa terancam, memiliki riwayat gangguan dalam keluarga, dan pernah mwngalami trauma sebelumnya.

Terapi untuk penderita PTSD

Ada beberapa terapi dari berbagai pendekatan psikologis yang dapat dilakukan untuk para penderita PTSD, sebagai berikut :

  1. Debriefing stress critical incident. Terapi ini dilakukan 24 hingga 72 jam setelah kejadian traumatis terjadi. Korban diminta untuk mengkaji apa yang telah terjadi dan mengekspresikan perasaannya terkait peristiwa yang baru dialami.
  2. Menghadapkan korban dengan sesuatu yang dihindarinya atau yang menyebabkan traumatis. Dalam hal ini pemaparan diberikan secara bertahap.
  3. Terapi dengan menggunakan obat psikoaktif seperti antidepressan dan tranquiizer.

Dari beberapa uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa para korban memiliki risiko mengalami PTSD, yang nanti nya akan menyebabkan beberapa gejala seperti para korban menghindari semua tempat yang tidak ada cahaya, digenanigi air, dan lainnya. Atau bahkan para korban merasakan ketakutan yang berlebih serta mimpi buruk. Akan tetapi, tidak semua orang yang mengalami peristiwa traumatis akan menderita PTSD. Semoga para korban selamat bisa segera pulih dari trauma dan dapat berkumpul bersama keluarga lagi ya!

Penulis: Faizah

Sumber :

Davidson, G.C. Neae, J.M dan Kring A.M. (2012). Psikologi Abnormal. Edisi ke-9. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Matthews, A. (2018). ditemu kembali dari https://www.independent.co.uk/news/health/thailand-cave-rescue-boys-health-sunlight-lack-of-oxygen-ptsd-safe-a8435341.html

Send this to a friend

Desainwebku