Siapa yang suka mantengin instastory Inez Kristanti hayooooo? Inez Kristanti adalah seorang psikolog klinis dan sexual lecturer (begitulah yang tertulis di bio instagram beliau). Ka Inez sering banget sharing materi khususnya mengenai seksualitas dan isu-isu lain yang relatable  di instastory nya, nah beberapa waktu lalu Ka Inez juga pernah share tentang ‘Modern Dating Struggle’. Di era yang serba digital ini kita udah nggak asing lagi dong dengan yang namanya dating apps ? Banyak banget dating apps yang bisa kita pake buat cari jodoh, ada Tinder, Tantan, atau OKCupid dan masih banyak lagi dating apps lain. Dari dating apps kita bisa menemukan kriteria pacar yang sesuai sama yang kita mau, semua cuma one swipe away. Tinggal swipe kalian bisa langsung chatting dan kenalan sama orang yang kalian suka. Seems easy, right? 

Tapi dengan kemudahan dalam mencari pasangan itu ternyata bikin kita malah jadi lebih pemilih dan sulit sekali berkomitmen dengan seseorang. Kenapa gitu ya?  hal itu disebabkan oleh yang namanya The Paradox of Choice, mengutip dari yang Inez Kristanti bilang, “semakin banyak pilihan kita jadi kurang termotivasi untuk mengusahakan sebuah hubungan. Karena dikepala kita diluar sana SELALU ADA yang lebih baik”. Dalam bukunya yang berjudul The Paradox of Choice (Paradoks Pilihan), Barry Schwartz mengatakan bahwa cara berpikir ini disebut ‘maximizing’ (maunya yang maksimal, seperti seorang perfeksionis). Seorang maximizer akan memperlakukan hubungan kayak nyobain baju, sebelum nemu ukuran yang paling pas mereka berharap bisa nyobain banyak baju dulu. Buat mereka selalu ada pasangan yang lebih baik, temen yang lebih baik meski sebenernya juga nggak ada yang salah dengan hubungan mereka saat ini. 

Nah karena adanya paradox of choice ini kemudian timbullah perilaku kencan yang toxic. Menurut McDermot beberapa perilaku itu adalah : 

  • Ghosting 

Mungkin ini adalah yang paling nggak asing buat kita, pernah nggak sih udah kencan dan deket sama orang terus tiba-tiba dia menghilang begitu aja tanpa kabar?  Di telpon nggak bisa, di chat nggak bisa, ternyata di block. Benar-benar menghilang seperti “makhluk halus”.

  • Mosting 

Mosting adalah versi lebih buruk dari ghosting, menurut Tracy Moore mosting merupakan sub kategori dari ghosting, bedanya adalah ketika mosting kita memberikan love bomb ke orang itu, bikin dia ngerasa kalau dia ‘the one’ lalu meninggalkan dia tanpa kata-kata. Mirip kayak Arini di film Love For Sale gitu deh. 

  • Cookie Jarring 

Cookie jarring adalah istilah ketika seseorang menjalin hubungan sebagai backup plan (cadangan, jaga-jaga). Ibaratnya, kue kering dalam stoples. Ketika satu kue kering habis dimakan, maka seseorang tidak perlu khawatir karena masih ada kue kering lainnya di dalam stoples untuk dinikmati, dan begitu seterusnya.

Orang yang melakukan cookie jarring cuma mau mau menjadikan orang lain sebagai pilihan kedua dan nggak pengen bikin hubungan itu jadi hubungan jangka panjang karena dia udah punya hubungan jangka panjang sama orang lain. 

  • Breadcrumbing 

Seorang breadcrumber (diumpamakan sebagai penebar remah roti) akan sering kasih pesan-pesan flirty ke kamu, like postingan instagram dan komen-komen memuji kamu di comment section (remah roti) hanya supaya kamu nggak kehilangan interest sama dia. Tapi nggak juga memberikan komitmen atau ngajak kamu ngedate. Mungkin bahasa gaul nya sih cuma biar nggak kehilangan fans aja.

  • Benching 

Benching (bench = bangku panjang) menurut Inez Kristanti ibaratnya tuh kita ngedate sama orang, tapi nggak mau meluangkan terlalu banyak usaha ataupun perasaan ke orang itu karena masih mau cari-cari yang lain. Sounds familiar? 

  • Orbiting 

Orbiting hampir sama kayak breadcrumbing, bedanya kalau orbiting dia cuma akan mengawasi kamu dari jauh, masih rutin stalk kamu di sosial media misalnya. 

Nah itulah toxic dating behavior yang mungkin kamu temui, menurut Allison Abrams yang merupakan seorang psikoterapis, supaya nggak terjebak dalam paradox of choice dan menjadi pelaku toxic dating kamu harus memiliki ekspektasi realistis, dan self compassion yang baik jadi kamu bisa ngedate dengan lebih pintar dan nggak bikin orang lain malah menyebut kamu PHP-in mereka.  

Penulis: Niken Mawar
Editor: Elga Theresia

SUMBER 

https://www.psychologytoday.com/intl/blog/nurturing-self-compassion/201901/the-psychology-modern-dating

https://www.cosmopolitan.com/lifestyle/a8643616/breadcrumbing-is-the-new-ghosting-and-its-savage-af/

https://www.businessinsider.sg/how-the-paradox-of-choice-could-explain-why-youre-still-single-2018-2/?r=US&IR=T

https://www.nbcnews.com/better/lifestyle/what-cookie-jarring-have-you-been-victim-dating-trend-ncna1018471

Desainwebku