Sosial media bukan lah hal yang asing bagi tiap individu zaman sekarang terutama para millenials atau individu yang akan mencapai usia dewasa di abad ini. Survei yang telah dilakukan oleh tim Sehatmental.id kepada 272 partisipan dengan rentang usia 14-30 tahun dari berbagai kota di Indonesia mendapatkan hasil bahwa rata-rata individu menggunakan media sosial selama 3-7 jam per harinya. Berikut merupakan gambaran singkat mengenai waktu yang digunakan untuk sosial media dalam satu hari:

Menyaingi kebutuhan lainnya, sosial media telah menjadi kebutuhan primer bagi individu zaman ini dan diklaim memiliki berbagai keuntungan seperti memudahkan untuk terhubung dengan orang lain atau bergabung dengan komunitas yang memiliki nilai yang sama dengan individu tersebut tanpa harus bepergian. Selain itu, sosial media juga merupakan sumber utama dari berita terkini dan dapat membantu penggunanya untuk tetap up-to-date. Namun di sisi lain, penggunaan sosial media juga dapat memberikan dampak buruk seperti yang disimpulkan oleh sebuah studi bahwa sosial media dapat membuat individu menjadi teralihkan dari tugasnya dan juga membuat individu kesulitan ketika harus berkomunikasi secara langsung (Kavitha & Bhuvaneswari, 2016). Dengan beragam kelebihan dan kekurangan tersebut, lalu bagaimanakah hubungan antara penggunaan sosial media terhadap kepuasan hidup, self-esteem atau bagaimana seseorang menghargai dirinya sendiri, dan kecenderungan untuk depresi?

Hasil survei yang telah dilakukan oleh tim Sehatmental.id menunjukkan bahwa penggunaan sosial media yang tinggi cenderung meningkatkan perasaan berharga pada diri individu (self-esteem) serta membantu meningkatkan kepuasan yang dirasakan individu dalam menjalani hidupnya berkaitan dengan motivasi dari penggunaan sosial media oleh individu tersebut. Hasil uji statistik terhadap motif penggunaan sosial media dengan self-esteem dan kepuasan hidup dari para responden menunjukkan bahwa motif intrinsik dari penggunaan media sosial pada responden penelitian yang memberikan sumbangan signifikan terhadap self-esteem dan tingkat kepuasan dalam menjalani hidup adalah motivasi untuk menghindari situasi yang penuh tekanan dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan motif ekstrinsik terkait dengan kebermanfaatan media sosial bagi responden meliputi: (1) Sebagai sarana untuk tetap terhubung dengan orang lain; (2) Sebagai media dalam berinteraksi dengan keluarga; dan (3) sebagai media dalam berinteraksi dengan teman. Motif penggunaan media sosial tersebutlah yang kemudian berperan dalam meningkatkan perasaan berharga pada diri individu (self-esteem) dan juga persepsi individu terkait kepuasan yang dirasakannya dalam menjalani hidup. Berikut merupakan hasil uji statistik dari motif intrinsik dan ekstrinsik dari penggunaan media sosial terhadap self-esteem dan kepuasan hidup yang dirasakan individu:

Hubungan antara Motif Penggunaan Media Sosial dengan Self-Esteem

Motif EkstrinsikPearson (r)Sig. (2-tailed)
  • Untuk memperoleh informasi
  • Untuk tetap terhubung dengan orang lain
  • Untuk berinteraksi dengan keluarga
  • Untuk berinteraksi dengan teman
  • Untuk belajar hal-hal baru
.048

.180**

.138*

.193**

.065

.435

.003

.023

.001

.286

Motif Intrinsik
  • Untuk mengisi waktu luang
  • Sebagai sarana hiburan
  • Untuk menghindari situasi penuh tekanan
  • Sebagai sarana bersantai
-.113

.028

.374**

-.039

.063

.646

.000

.520

Catatan: *p < .05; **p < .01

Berdasarkan tabel dan diagram lingkaran, dapat diketahui bahwa motif penggunaan media sosial untuk menghindari situasi yang penuh tekanan dalam kehidupan sehari-hari, memiliki konstribusi yang paling besar terhadap peningkatan self-esteem atau perasaan berharga yang dirasakan individu pada dirinya, yaitu sebesar 32%. Hal tersebut diikuti oleh motif untuk berinteraksi dengan teman melalui media sosial (16%), motif untuk tetap terhubung dengan orang lain (15%), dan motif untuk berinteraksi dengan keluarga melalui media sosial (12%). Namun, motif penggunaan media sosial untuk mengisi waktu luang (10%) dan sebagai sarana untuk bersantai (3%), berisiko menurunkan tingkat self-esteem karena hasil uji statistiknya menunjukkan ada hubungan negatif antara motif penggunaan media sosial untuk mengisi waktu luang dan sebagai sarana bersantai dengan self-esteem, meskipun hal tersebut tidak signifikan.

Hubungan antara Motif Penggunaan Media Sosial dengan Kepuasan Hidup

 

Motif EkstrinsikPearson (r)Sig. (2-tailed)
  • Untuk memperoleh informasi
  • Untuk tetap terhubung dengan orang lain
  • Untuk berinteraksi dengan keluarga
  • Untuk berinteraksi dengan teman
  • Untuk belajar hal-hal baru
.053

.197**

.132*

.203**

.095

.388

.001

.029

.001

.118

Motif Intrinsik
  • Untuk mengisi waktu luang
  • Sebagai sarana hiburan
  • Untuk menghindari situasi penuh tekanan
  • Sebagai sarana bersantai
-.099

.042

.375**

-.098

.105

.491

.000

.106

Catatan: *p < .05; **p < .01

 

Catatan: * dan ** memiliki peran yang signifikan terhadap kepuasan hidup pengguna sosial media, sedangkan tanda (-) di persentase berarti motif tersebut memungkinkan terjadinya penurunan tingkat kepuasan hidup.

 

Hasil uji statistik juga menunjukkan bahwa motif penggunaan media sosial untuk menghindari situasi yang penuh tekanan dalam kehidupan sehari-hari memberikan konstribusi yang paling besar terhadap peningkatan kepuasan hidup yang dirasakan oleh individu, dengan persentase sebesar 29%. Hal itu pun kembali diikuti oleh motif untuk berinteraksi dengan teman melalui media sosial (16%), motif untuk tetap terhubung dengan orang lain (15%), dan motif untuk berinteraksi dengan keluarga melalui media sosial (10%). Sedangkan motif menggunakan media sosial untuk mengisi waktu luang dan sebagai sarana bersantai sama-sama memiliki risiko dalam menurunkan tingkat kepuasan hidup yang dirasakan individu sebesar 8%, meskipun pengaruhnya tidak signifikan.

Sementara itu, hubungan antara penggunaan media sosial dengan tingkat depresi yang dirasakan individu menunjukkan bahwa, faktor-faktor motif intrinsik maupun ekstrinsik penggunaan media sosial seperti menghidari situasi yang penuh tekanan dalam kehidupan sehari-hari dan juga menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan teman ternyata berperan signifikan dalam menurunkan tingkat depresi yang dirasakan individu. Namun, di sisi lain ketika individu sering menggunakan media sosial untuk mengisi waktu luang dan sebagai sarana bersantai, hal tersebut cenderung berperan dalam meningkatkan depresi yang dirasakannya. Berikut hasil uji statistik selengkapnya antara faktor-faktor motivasi penggunaan sosial media dengan depresi yang dirasakan individu:

Hubungan antara Motif Penggunaan Media Sosial dengan Depresi

Motif EkstrinsikPearson (r)Sig. (2-tailed)
  • Untuk memperoleh informasi
  • Untuk tetap terhubung dengan orang lain
  • Untuk berinteraksi dengan keluarga
  • Untuk berinteraksi dengan teman
  • Untuk belajar hal-hal baru
.066

-.072

-.013

-.125*

-.010

.278

.238

.831

.039

.870

Motif Intrinsik
  • Untuk mengisi waktu luang
  • Sebagai sarana hiburan
  • Untuk menghindari situasi penuh tekanan
  • Sebagai sarana bersantai
.120*

.041

-.447**

.138*

.049

.503

.000

.023

Catatan: *p < .05; **p < .01

Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diketahui bahwa menggunakan media sosial untuk menghidari situasi yang penuh tekanan dalam kehidupan sehari-hari memiliki konstribusi paling besar dalam menurunkan tingkat depresi yang dirasakan individu, yaitu sebesar 43%, diikuti oleh menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan teman (12%). Di sisi lain, menggunakan media sosial sebagai sarana bersantai dapat meningkatkan depresi yang dirasakan individu secara signifikan dengan pengaruh sebesar 13%, selain itu penggunaan media sosial untuk mengisi waktu luang juga meningkatkan depresi secara signifikan dengan persentase sebesar 12%.

Dengan hasil survei tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan sosial media cenderung berkaitan dengan keberhargaan diri dan juga kualitas hidup individu ketika disertai dengan tujuan penggunaan yang positif seperti untuk tetap terhubung dengan orang lain atau teman dan sarana untuk menghindari tekanan sehari-hari. Penggunaan sosial media dengan motif lainnya seperti sebagai sarana untuk hiburan cenderung tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup dan juga rasa keberhargaan diri. Hal ini mungkin saja disebabkan oleh ketidaksadaran akan waktu yang dihabiskan ketika menggunakan sosial media sebagai sarana hiburan sehingga dapat mendistraksi dari tugas atau kewajiban yang harus dilaksanakan.

Sosial media diumpamakan sebagai dua sisi mata uang. Penggunaan sosial media dapat dilihat dari dua sisi, yaitu positif dan negatif tergantung pada tujuan dan bagaimana individu menggunakannya. Hasil dari penelitian mendasar ini masih memerlukan uji lebih lanjut dengan responden yang lebih banyak dan merata. Selain itu, penelitian lebih lanjut mengenai dinamika alasan mengapa terdapat motif penggunaan sosial media yang cenderung berdampak buruk terhadap self-esteem dan kepuasan hidup penggunanya. Apa yang didapat dari penelitian ini tidak dapat dikatakan representatif atau mewakili seluruh populasi penelitian dan hanya berlaku pada kelompok partisipan yang ikut serta. Di sisi lain, penelitian mendasar ini bisa menjadi gambaran singkat betapa sosial media memiliki dampak positif jika digunakan untuk tujuan yang positif pula.

Send this to a friend

Desainwebku