Postpartum depression merupakan depresi pasca melahirkan yang diperkirakan memengaruhi lebih dari 19% wanita dalam beberapa bulan pertama setelah melahirkan. Tanda-tanda yang biasa muncul seperti kelelahan seiring dengan erubahan selera makan dan pola tidur. Disisi lain, masalah mood yang muncul pada saat kehamilan disebut perinata mood disorders.

Apa bedanya dengan Baby Blues?

Baby blues merupakan perubahan sementara dalam suasana hati yang memengaruhi hingga 70% dari ibu baru di minggu pertama. Banyak ibu yang merasa terlalu sensitif, cemas, emosional, mudah tersinggung, dan mungkin mengalami kesulitan tidur. Gejala ini dapat menghilang dalam beberapa hari dan pada umumnya tidak mengganggu fungsi secara signifikan. Ketika gejala tak kunjung hilang atau semakin memburuk, maka dapat diindikasikan bahwa sang ibu menderita postpartum depression.

Tanda-tanda Postpartum Depression

  1. Terjadi perubahan mood, sebentar-sebentar lelah atau cemas, dan sebentar-sebentar gembira.
  2. Menganggap rutinitas dan pola tidur terganggu karena memenuhi kebutuhan bayi, sehingga semakin stres dan mudah tersinggung.
  3. Dua hal diatas adalah hal umum yang dirasakan pasca melahirkan, tetapi jika gejala bertahan lebih dari dua minggu atau menjadi lebih parah dan memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengatasi stres dan tanggung jawab sehari-hari, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional.

Gejala Postpartum Depression

  1. Merasa putus asa
  2. Kesulitan tidur atau tidur yang berlebihan
  3. Berpikiran untuk menyakiti sang bayi
  4. Kecemasan
  5. Sulit fokus dan mengambil keputusan
  6. Kelelahan
  7. Perilaku obsesif-kompulsif
  8. Koordinasi yang buru
  9. Kesulitan dalam merawat diri sendiri maupu bayi

Berdasarkan DSM gejala harus muncul dalam empat minggu pertama setelah melahirkan. Dalam hal lain, gejala tersebutbisa terjadi kapan saja dalam tahun pertama setelah melahirkan dan gejala itu bertahan setidaknya selama dua minggu.

Penyebab Postpartum Depression

Sedikit sulit dalam menentukan penybab karena banyak hal yang menyebabkan terjadinya postpartum depression, seperti berikut :

  1. Wanita dengan riwayat depresi cenderung lebih mudah mengalami postpartum depression
  2. Riwayat depresi keluarga
  3. Trauma pada masa kanak-kanak
  4. Masalah pada kelenjar tiroid
  5. Usia yang muda saat melahirkan
  6. Trauma dengan kehamilan sebelumnya seperti keguguran
  7. Perasaan negatif terhadap kehamilan
  8. Kurangnya dukungan sosial
  9. Masalah dalam hubungan

Peristiwa yang menjadi pemicu stres seperti kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan atau masalah lainnya juga dapat menjadi penyebab postpartum depression. Hormon juga berpengaruh dalam hal ini, terjadinya penurunan drastis hormon estrogen pasca melahirkan dapat menjadi salah satu pemicu depresi pasca melahirkan.

Postpartum Psychosis

Kondisi ini berkaitan dengan postpartum depression, tetapi memiliki perbedaan. Kondisi ini terjadi lebih jarang dibandingkan depresi pasca melahirkan hanya sekitar 1-2 dari 1000 kelahiran, tetapi hal ini sangat serius. Biasanya dimulai dua minggu pertama setelah melahiran dan bisa menjadi sangat parah. Wanita yang mengalami skizofrenia, bipolar atau psikotik lainnya memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami postpartum psychosis.

Gejala Postpartum Psychosis

  1. Perubahan suasana hati yang cepat
  2. Delusi dan halusinasi
  3. Paranoid, khusunya yang berkaitan dengan kesehatan bayi
  4. Perasaan bingung
  5. Pikiran agresif mengenai menyakiti diri sendiri maupun bayi
  6. Perilaku tidak menentu yang berbahaya

Prenatal Depression

Gejala depresi juga terjadi selama kehamilan pada sejumlah besar wanita hal ini dikenal dengan prenatal depression. Gejala nya mirip dengan depresi lainnya seperti perubahan pola nafsu makan, suasana hati dan tidur disertai dengan kekhawatiran yang terkait dengan proses persalinan. Jika gejala yang dirasakan menetap maka dianjurkan untuk mencari bantuan profesional.

Pencegahan

Depresi prenatal sulit diobati tanpa ada bantuan profesional, tetapi ada beberapa cara seperti berikut :

  1. Diet sehat dan hindari alkohol
  2. Cobalah untuk tidur kembali, mungkin disaat bayi tertidur
  3. Beri waktu untuk dirimu sendiri
  4. Carilah dukungan sosial seperti berbicara kepada ibu, teman dan orang-orang terdekat
  5. Olahraga

Wanita yang mengalami berbagai kondisi diatas mungkin enggan mencari bantuan profesional karena stigma sosial terkait kesehatan mental. Profesional dapat membantu wanita mengatasi beberapa masalah tersebut seperti mengubah pikiran negatif mengenai melahirkan, memeriksa masalah yang ada pada ibu baru, membantu mengembangkan dukungan sosial, mengembangkan keterampilan dalam mengatasi kecemasan. Obat anti depresan juga membantu dalam hal ini,namun penggunaan obat dikhawatirkan pada ibu yang menyusui.

Penulis: Faizah

Sumber: Postpartum Depression ditemu kembali dari https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/issues/postpartum-depression

Send this to a friend

Desainwebku