Pasti semua sudah familiar dengan #bodygoals. #bodygoals yang kita temui di media sosial biasanya akan diikuti oleh foto-foto perempuan dengan otot perut yang kencang atau laki-laki dengan sixpacknya. Hal tersebut kemudian mempengaruhi lifestyle banyak orang saat ini yang menjadi semakin rajin berolahraga, mulai dari jogging setiap hari hingga menjadi member di pusat-pusat kebugaran. Selain lifestyle, ada lagi nih yang ikut terpengaruh dengan adanya #bodygoals yaitu body image.

Apa itu Body Image?

Body image adalah persepsi kita terhadap penampilan fisik diri kita sendiri. Ketika kita bercermin apa sih yang kita lihat dari tubuh kita, apa yang kita rasakan terhadap tinggi, berat dan bentuk badan kita serta bagaimana kita merasakan dan mengontrol tubuh kita ketika sedang beraktifitas. Contohnya ketika bercermin apa kita merasa tubuh kita gendut atau kurus, tinggi atau pendek, memiliki pipi tembam atau tirus kemudian bagaimana kita merespon apa yang sudah kita lihat dan rasakan pada tubuh kita seperti karena merasa terlalu kurus tanpa otot apa kita memilih untuk minum susu penambah massa otot dan berat badan atau ketika merasa tinggi badan melebihi rata-rata apa kita memilih tetap berjalan tegak atau membungkuk. Body image atau dalam Bahasa Indonesia disebut citra tubuh, biasanya mulai dirasakan ketika sudah remaja. Saat pubertas, tubuh akan berubah sehingga kita merasa berbeda dengan diri kita sebelumnya ataupun dengan teman-teman yang belum puber.

Apa yang Mempengaruhi Body Image?

Body image dipengaruhi oleh beberapa hal seperti pengalaman masa kecil, pengaruh orang tua serta hal-hal internal seperti emosi dan suasana hati. Namun, sekarang media sosial juga memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap body image. Respon yang kita berikan terhadap tubuh kita dapat berupa respon negatif ataupun positif yang akan berdampak pada body image. Bagaimana kita menentukan body image negatif atau positif dipengaruhi oleh :

  1. Bagaimana kamu melihat dirimu merupakan persepsi yang kamu ciptakan sendiri dimana terkadang persepsi tersebut bisa salah. Contohnya ketika ia merasa memiliki badan yang sangat gendut padahal pada kenyataannya berat badannya dibawah rata-rata.
  2. Bagaimana kamu merasakan tubuhmu, kepuasan terhadap bentuk, tinggi dan berat badan mempengaruhi body image
  3. Bagaimana kamu memikirkan tubuhmu yang dapat mempengaruhi kepuasan terhadap fisik tubuhmu.
  4. Perilaku yang muncul dari pemahamanmu mengenai body image. Contohnya ketika kamu merasa tidak puas dengan bentuk tubuhmu kamu bisa menjadi tidak percaya diri dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Body image negatif dapat memberi pengaruh pada kesehatan mental seperti menimbulkan eating disorder (kelainan kebiasaan makan), kecemasan bahkan depresi. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memiliki body image yang positif agar memiliki kesehatan mental yang baik dan dapat mencegah dari eating disorder. Your body loves you, love it back

Penulis: Nadya Anindita
Editor: Elga Theresia

https://www.psychologytoday.com/intl/basics/body-image

https://www.nationaleatingdisorders.org/body-image-0

https://www.psychalive.org/what-is-body-image/

Desainwebku