Perselingkuhan dapat menjadi mimpi buruk bagi yang merasakannya. Siapa saja dapat mengalami perselingkuhan, baik itu hubungan dalam berpacaran maupun pernikahan. Namun, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pasangan berselingkuh. Dengan memahami penyebabnya, diharapkan kita mampu mencegah hal tersebut terjadi.

1. Ketidakpuasan dalam hubungan

Ketidakpuasan dalam hubungan seringkali menjadi faktor utama mengapa pasangan berselingkuh. Merasa bahwa pasangan tidak perhatian dan merasa bahwa pasangan tidak cukup menghabiskan waktu dengan kamu dapat menjadi sumber ketidakpuasan dalam hubungan.

2. Kebutuhan seksual

Merasa tidak puas dengan kehidupan seks karena pasangan kehilangan minat atau pasangan yang ingin mencoba hal lain yang tidak ia dapatkan darimu dapat menjadi tanda adanya ketidakpuasan dalam hubungan seksual. Contoh lainnya, Sydow menemukan bahwa suami dengan istri yang sedang hamil bisa jadi tidak puas dalam pernikahan karena penurunan aktivitas seksual di antara keduanya, khususnya bagi pasangan yang memang tidak bahagia dalam pernikahan.

3. Perbedaan karakteristik

Beberapa penelitian menemukan bahwa perbedaan karakteristik seperti daya tarik fisik, pandangan terhadap agama, minat, dan sikap menjadi faktor kecocokan pasangan. Semakin berbeda karakteristik pasangan, semakin mungkin bagi mereka untuk merasa tidak puas. Contohnya, pasangan dengan agama dan tingkat pendidikan yang sama kecil kemungkinannya untuk berselingkuh.

4. Kurangnya cinta

Kurangnya rasa cinta terhadap pasangan atau tidak lagi jatuh cinta terhadap pasangan merupakan pendorong terbesar atas terjadinya perselingkuhan. Contohnya, mempersepsikan bahwa hubungan yang dijalani membosankan dan begitu-begitu saja.

5. Komitmen yang rendah

Pernahkah kamu memiliki komitmen yang rendah terhadap suatu hubungan? Penelitian dari Selterman menemukan bahwa seseorang seringkali memiliki komitmen yang rendah terhadap suatu hubungan tetapi tidak mengkomunikasikannya pada pasangan. Akibatnya, terjadi perbedaan ekspektasi terkait hubungan itu sendiri, entah itu tidak mau terlalu dekat atau tidak pernah membayangkan masa depannya dengan pasangan. Hal ini dapat berujung pada perselingkuhan.

6. Pelampiasan kemarahan

Ternyata, berselingkuh demi melampiaskan kemarahan bisa saja terjadi. Contohnya, kamu tahu bahwa pasanganmu berselingkuh, sehingga kamu juga berselingkuh sebagai upaya “balas dendam”.

7. Alasan situasional

Kejahatan tidak hanya terjadi karena niat, tapi karena ada kesempatan. Begitu pula dengan perselingkuhan. Di sini, faktor situasional berperan penting, seperti seseorang yang menghabiskan waktu di tempat yang dipenuhi orang-orang menarik. Selain itu, lingkungan kerja juga berpengaruh terhadap kemungkinan perselingkuhan. Seseorang yang pekerjaannya terlibat untuk menyentuh orang lain, melakukan diskusi personal, atau menghabiskan waktu “satu lawan satu” dapat menjadi peluang mengapa seseorang berselingkuh.

Faktor yang ternyata tidak mencegah perselingkuhan: Religiusitas

Secara mendasar, agama berfungsi sebagai pembenteng dari perilaku yang tidak sesuai dengan norma. Penelitian dari Atkins & Kessel (2008), menemukan bahwa kehadiran seseorang dalam aktivitas keagamaan dapat menjadi prediktor seseorang tidak berselingkuh. Uniknya, persepsi bahwa seseorang merasa dekat pada Tuhan, tetapi diiringi dengan ketidakhadiran mereka pada aktivitas keagamaan malah meningkatkan peluang mereka untuk berselingkuh. Namun, mendoakan kesejahteraan pasangan dapat mengurangi risiko seseorang berselingkuh, lho!

Jadi, bagaimana cara mencegah perselingkuhan?

Kunci utama dari sebuah hubungan adalah komunikasi. Pertama, kamu dan pasangan harus mendiskusikan hal seperti apa yang dimaksud dengan berselingkuh. Apakah melakukan kontak fisik seperti memeluk, mencium, berhubungan seks, ataukah makan siang bersama dengan rekan kerja yang menarik.

Selain itu, menyatakan pemikiran dan perasaanmu secara terbuka kepada pasangan dapat dilakukan seperti, menyatakan kecemburuanmu, atau bahkan berdiskusi ketika kamu merasa bahwa kalian semakin jauh.

Hal terakhir yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah menghabiskan waktu bersama. Selain lebih dekat secara fisik, menghabiskan waktu bersama juga dapat mendekatkan kalian secara emosional.

Menjalin hubungan memang tidak mudah, apalagi jika pasanganmu berselingkuh. Refleksi diri memang penting untuk mengevaluasi kekurangan yang dimiliki, tetapi harus diingat jangan sampai hal itu malah membuat kamu merasa gagal sebagai pasangan. Ketika kamu menyadari kekuranganmu dalam hubungan, kamu juga harus menyadari faktor luar seperti karakteristik pasangan dan alasan situasional lainnya. Sehingga, penting bagi kita untuk melihat segala sesuatu dari dua sisi.

Penulis: Jannah Yuniar
Editor: Elga Theresia

Referensi:

Atkins, D. C., & Kessel, D. E. (2008). Religiousness and Infidelity: Attendance, but not Faith and Prayer, Predict Marital Fidelity. Journal of Marriage and Family, 70(2), 407–418. doi:10.1111/j.1741-3737.2008.00490.x

F.D. Fincham, Infidelity in romantic relationships, COPSYC (2016), http://dx.doi.org/10.1016/j.copsyc.2016.03.008

Whisman MA, Gordon KC, Chatav Y: Predicting sexual infidelity in a population-based sample of married individuals.Journal of Family Psychology 2007, 21:320–324.

https://www.bustle.com/p/7-ways-to-protect-your-relationship-from-infidelity-that-youve-never-thought-of-before-2979765

https://www.psychologytoday.com/intl/blog/it-s-man-s-and-woman-s-world/201603/the-real-reasons-why-people-cheat

https://www.psychologytoday.com/us/blog/more-chemistry/201403/why-people-cheat

https://www.today.com/health/infidelity-8-reasons-why-people-cheat-become-unfaithful-t121512

Desainwebku