Olahraga bisa dilakukan siapa saja, baik itu anak-anak, remaja, maupun dewasa. Selain membuat tubuh lebih sehat dan bugar, berolahraga ternyata bermanfaat bagi kesehatan mental, lho!

1. Mengurangi stres

Ketika kita mengalami stress, secara otomatis, otot-otot menjadi tegang, seperti di bagian wajah, leher, dan pundak, sehingga menyebabkan sakit punggung dan sakit kepala. Namun ketika berolahraga, otot-otot tersebut menjadi rileks dan meringankan ketegangan pada tubuh. Hal ini terjadi karena pikiran dan tubuh saling berkaitan. Ketika tubuh menjadi lebih baik, demikian pula dengan pikiran kita.

2. Mengurangi gejala ADHD

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan mental yang terjadi pada anak dan mengganggu konsentrasi. Berolahraga teratur merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi gejala ADHD. Berolahraga meningkatkan konsentrasi, motivasi, memori, dan mood. Aktivitas fisik segera meningkatkan dopamine, norepinephrine, dan serotonin dalam otak—yang mempengaruhi fokus dan atensi.

3. Mengurangi gejala depresi

Gejala depresi tak kunjung pergi? Berolahraga bisa menjadi alternatifnya. sebab olahraga membantu pengeluaran senyawa di otak yang disebut dengan endorfin. Senyawa endorfin yang dikeluarkan mengurangi senyawa yang dapat memperburuk depresi, sekaligus meningkatkan suhu tubuh—sehingga memberikan efek menenangkan. Efek tersebut sama dengan efek treatment psikoterapi, lho! Bedanya, jika kamu berolahraga, ada efek tambahan bagi tubuh seperti peningkatan bentuk otot serta mengurangi terjadinya penyakit jantung dan obesitas. Selain itu, olahraga jauh lebih mudah dan murah, kan?

4. Mengurangi gejala anxiety

Anxiety atau kecemasan yang berlebihan seringkali mengganggu pengidapnya. Jika kamu salah satunya, tidak ada salahnya untuk berolahraga. Berolahraga dapat mengurangi stress, meningkatkan energi fisik dan psikis, serta meningkatkan kesejahteraan diri melalui pengeluaran senyawa endorfin. Efek tersebut ditemukan pada olahraga aerobik seperti berlari, berenang, dan bersepeda dibanding dengan olahraga non aerobik seperti olahraga handball atau latihan strength-flexibility seperti push up atau angkat beban. Olahraga aerobik tersebut juga harus dilakukan minimal selama 10 atau lebih baik lagi jika lebih dari 15 minggu.

5. Mood positif

Akibat senyawa endorfin yang dikeluarkan setelah berolahraga, maka mood kita menjadi lebih positif karena endorfin membuat kita tenang. Sehingga, olahraga cocok bagi penderita depresi atau bagi kamu yang ingin merasa lebih baik.

6. Membuat tidur lebih nyenyak

Berolahraga juga bisa membuat tidur kamu lebih nyenyak, lho! Hal tersebut berdasarkan asumsi bahwa aktivitas siang hari yang melelahkan akan meningkatkan kebutuhan dan “kedalaman” tidur pada malam hari sehingga memfasilitasi proses pemulihan energi. Lakukan olahraga di pagi atau sore hari untuk kualitas tidur yang lebih baik.

7. Meningkatkan self-concept dan self-esteem

Self-concept merupakan pengetahuan kita mengenai siapa diri kita, seperti aktivitas apa yang senang dilakukan, bagaimana sifat kita, dan bagaimana kecenderungan kita dalam berpikir. Sedangkan self-esteem merupakan cara pandang kita terhadap hal-hal tersebut, yakni cara pandang kita terhadap diri sendiri antara penilaian positif (self-esteem tinggi) atau penilaian negatif (self-esteem rendah).

Efek dari berolahraga terhadap self-concept dan self-esteem berdampak secara general pada laki-laki dan perempuan serta pada semua kelompok usia. Pada anak-anak, Gruber menemukan bahwa fitness aerobik menghasilkan efek yang lebih besar terhadap self-esteem dibanding jenis olahraga lain yang diajarkan di sekolah seperti kemampuan motorik perseptual (eg. menendang atau melompat). Lebih jauh lagi, Gruber juga menemukan bahwa efek dari aktivitas fisik lebih besar pada anak berkebutuhan khusus dibanding pada anak lain.

Ternyata berolahraga banyak manfaatnya, ya! Jika kamu mengalami masalah psikologis tetapi belum memiliki biaya untuk menemui psikolog atau psikiater, maka olahraga dapat menjadi alternatifnya. Sebab selain memiliki manfaat untuk kesehatan mental, olahraga juga memiliki nilai tambah untuk kebugaran tubuhmu, bukan?

Penulis: Jannah Yuniar
Editor: Elga T.

Referensi:

(PDF) The Influence of Exercise on Mental Health. Available from: https://www.researchgate.net/publication/266406071_The_Influence_of_Exercise_on_Mental_Health [accessed Sep 01 2019]

https://coachbuckhhs.weebly.com/uploads/8/7/0/0/87009024/self_concept_vs_self_esteem_individual_assignment_-_notes.docx

https://psychcentral.com/blog/7-unexpected-mental-health-benefits-of-exercising/

https://www.pgpedia.com/p/perceptual-motor-skills

https://www.nhs.uk/live-well/exercise/how-to-improve-strength-flexibility/

Desainwebku