Photo by Benjamin Voros via Unsplash

Kalian pernah nggak sih merasa insecure?

Insecure nggak bisa kasih presentasi yang baik di depan klien, insecure nggak cukup baik jadi pasangan, teman, anak, atau bahkan pegawai. Kenapa ya kok kita bisa merasa insecure?

Dr. Robert dan Lisa Firestone yang merupakan seorang psikolog pernah melakukan penelitian mengenai critical inner voice yang dianggap sebagai penyebab kenapa orang-orang memiliki pandangan negative mengenai dirinya sendiri, dan hasilnya menunjukkan bahwa critical self thought yang sering menyebabkan banyak orang merasa insecure adalah karena mereka merasa berbeda (secara negative) dari orang lain. Selain itu critical inner voice ini juga terbentuk karena adanya pengalaman hidup menyakitkan serta menerima perlakuan buruk dari orang yang dekat dengan kita. Misalnya pernah diselingkuhi, dibilang nggak bisa apa-apa, disakiti oleh orangtua kita baik secara verbal maupun fisik, atau pernah mengalami kegagalan. Pengalaman-pengalaman itu secara tidak langsung terkonsep dan termanifestasi dalam alam bawah sadar kita dan membentuk pikiran negatif mengenai diri kita sendiri.

 Terus apa aja dampak dari perasaan insecure itu?

            Perasaan insecure yang muncul, kemudian akan membentuk kepercayaan dalam diri kita bahwa kita nggak capable melakukan sesuatu, misalnya kita mau presentasi.,critical inner voices kita muncul di kepala dan akhirnya membentuk suara bahwa kita nggak mampu melakukan presentasi itu, kita akan gagal dan ada orang lain yang lebih baik dan mampu membawakan presentasi itu dibandingkan kita. Efeknya apa? ya efeknya penampilan kita jadi nggak all out, yang harusnya kita bisa mencapai 100 kita cuma bisa sampai di 60. Yang seharusnya kita bisa melakukan sesuatu dengan benar malah jadi gagal karena perasaan insecure kita sendiri.

Selain berdampak ke performa pekerjaan dan akademis, perasaan insecure ini juga akan berdampak pada bagaimana kita berinteraksi dalam hubungan. Kok bisa? Karena hubungan romantis bisa membangkitkan pengalaman dan luka kita di masa lalu. Itulah sebabnya sebelum kita mau memulai hubungan baru, kita harus udah move on dan melepaskan emotional burden kita terhadap hubungan kita di masa lampau. Selain itu perasaan insecure ini juga bisa menyebabkan kita takut terlalu dekat secara emosi dengan orang lain, meningkatkan kecemburuan dan posesifitas kita terhadap pasangan serta menimbulkan perasaan bahwa kita ditolak dan nggak layak (unworthy) buat mereka.

Insecure juga bisa bikin kita jadi orang yang over proud sama achievement kita, meremehkan pencapaian orang lain dan merasa bahwa kita lebih baik dari orang lain. Kok bisa gitu? Kan insecure? Alfred adler seorang tokoh psikologi individual mengenalkan kita pada konsep inferiority complex, Adler bilang bahwa semua orang terlahir dengan perasaan bahwa dia lebih inferior dari orang lain, atau bahasa gampangnya sih lebih rendah dari orang lain, individu terlahir dengan perasaan bahwa mereka pasti memiliki kelemahan. Nah perasaan ini kemudian menimbulkan adanya keinginan untuk jadi superior (striving for superiority) untuk mengatasi perasaan inferior yang kita punya. Salah satu cara negatif yang bisa dilakukan adalah dengan membuat kita merasa tinggi dengan merendahkan orang lain. Hmmm terdengar nggak baik ya?

            Gimana sih caranya mengatasi perasaan insecure yang muncul dalam diri kita?

1. Berikan waktu supaya diri kita ‘sembuh’ dari kegagalan dan penolakan dimasa lalu dan beradaptasi dengan keadaan saat ini

2. Carilah orang yang bisa kamu ajak diskusi mengenai perasaan insecure yang kamu rasakan, berdiskusi dengan orang yang tepat akan membantu kamu memetakan penyebab perasaan insecure yang timbul serta bagaimana kamu bisa mengatasinya.

3. Yakinkan diri sendiri bahwa kamu bisa menjadi teman, pasangan, anak, orangtua bahkan pekerja yang baik

4. Jika kamu merasa gagal, lakukan evaluasi dan bukan menyalahkan diri sendiri, apa usaha yang sudah kamu lakukan untuk mencapai itu, apa yang membuat usaha tersebut gagal, apakah alasannya adalah sesuatu yang bisa kamu perbaiki atau bukan. Lakukan strategi berbeda jika diperlukan.

5. Cobalah menuliskan negative self thought yang muncul dalam diri kamu kedalam sebuah tulisan, misalnya ada pikiran yang muncul “aku nggak berguna” kamu bisa menuliskannya menjadi “kamu nggak berguna” hal ini akan membantu kamu menyadari keyakinan tersebut salah, dan tidak menjadikannya sebagai cara kamu memandang diri mu yang sebenarnya

6. Setelah kamu menuliskan negative self thought yang muncul, kamu bisa mulai melakukan refleksi, apakah pikiran yang muncul tersebut ada hubungannya dengan pengalaman kamu dimasa lalu? Hal ini akan membantu kalian memahami bagaimana perasaan itu muncul dan cara mengatasinya. Bagaimana pikiran ini berdampak kepada kehidupan kamu saat ini, serta bagaimana kamu memandang dirimu yang sebenarnya saat ini.

SUMBER

https://psychcentral.com/blog/5-things-to-do-when-you-feel-insecure/

https://www.psychologytoday.com/us/blog/fulfillment-any-age/201507/why-we-feel-insecure-and-how-we-can-stop

https://www.psychalive.org/how-to-overcome-insecurity/

Desainwebku