Pernahkah kamu merasa kesulitan dalam menemukan istilah yang tepat untuk menjelaskan situasi atau keadaan yang seringkali kita rasakan? Mungkin saja istilah-istilah tersebut memang jarang digunakan sehingga kita tidak mengetahuinya. Namun bagaimana jika bahasa yang kita gunakan tidak memiliki istilah yang tepat untuk menggambarkan situasi atau keadaan tersebut? Pernahkah kamu mencoba mencari istilah-istilah tersebut dalam bahasa lain yang mungkin belum pernah kamu pelajari?

Mempelajari bahasa baru adalah jalan untuk membuka ruang komunikasi. Tak hanya itu, kamu juga dapat menemukan fakta bahwa apa yang kamu rasakan selama ini ternyata memiliki sebuah “nama”. Bahasa Jerman adalah salah satu bahasa yang memiliki banyak istilah-istilah yang tidak dimiliki oleh bahasa lain. Selama ini bahasa Jerman seringkali diejek karena memiliki compound words atau kata majemuk yang panjang dan rumit. Sebagai contoh, compound words terpanjang yang dimiliki bahasa Jerman adalah Rindfleischetikettierungsueberwachungsaufgabenuebertragungsgesetz yang memiliki arti “pemantauan label daging sapi delegasi hukum”. Rumit bukan? Namun di balik itu, bahasa jerman merupakan salah satu bahasa yang mampu merangkum konsep kompleks dari keadaan emosi hanya dalam satu kata.

Berikut adalah istilah-istilah tersebut :

1. Schadenfreude

Photo by Samuel Zeller on Unsplash

Schadenfreude terbentuk dari kata schaden yang berarti kerusakan, dan freude yang berarti kesenangan. Jika digabungkan, maka istilah schadenfreude memiliki makna yang serupa dengan peribahasa dalam bahasa Indonesia yaitu “bersenang-senang di atas penderitaan orang lain”. Sebagai contoh, pernahkah kamu merasa senang ketika mendengar kabar bahwa orang terdekatmu tertimpa hal buruk? Atau pernahkah kamu merasa puas setelah melakukan perbuatan jahat pada seseorang? mungkin mulai sekarang kamu bisa menggunakan istilah schadenfreude kapanpun kamu merasa senang atas penderitaan yang menimpa orang lain. Namun tidak disarankan loh ya, sebab melakukan hal itu sama sekali tidak ada manfaatnya.

2. Fremdschämen

Pernahkah kamu merasa malu ketika orang lain melakukan kesalahan? Bukan kamu sih yang berbuat kesalahan, tapi anehnya malah kamu yang merasa malu. Kondisi ini ternyata memiliki istilah, yaitu Fremdschamen yang berarti “merasa malu akan sesuatu yang diperbuat oleh orang lain”.

3. Kummerspeck

Beberapa dari kita pasti pernah mengalami kondisi yang satu ini. Yap, Kummerspeck yang memiliki arti “kenaikan berat badan yang dipicu oleh makan berlebihan secara emosional”. Jadi, kalau kamu stres dan nafsu makanmu tiba-tiba meningkat secara drastis, kamu bisa pake istilah kummerspeck mulai sekarang. Namun ingat, kondisi seperti ini jangan sampai dibiarkan berlarut-larut ya, sebab tidak baik untuk kesehatan tubuh kamu.

4. Verschlimmbesserung

Istilah ini terbentuk dari kata schlimmer yang berarti lebih buruk, dan besser yang berarti lebih baik. Rumit juga ya istilah yang satu ini untuk diterjemahkan, sebab istilah ini mengkombinasikan dua buah kata yang sifatnya kontradiktif. Jika dimaknai, istilah ini memiliki arti “membuat perubahan yang lebih buruk dibandingkan dengan keadaan sebelumnya”. Contohnya adalah ketika kamu mencoba untuk merubah situasi yang buruk dengan harapan akan membuatnya lebih baik, namun kenyataannya kamu malah membuat situasi buruk tersebut menjadi semakin memburuk.

5. Backpfeifengesicht

Istilah bahasa Jerman yang satu ini terbilang unik, sebab istilah ini tidak memiliki padanan kata dalam bahasa Inggris ataupun bahasa-bahasa yang lainnya. Istilah ini terbentuk dari kata backpfeife yang berarti ditinju atau ditampar, dan gesicht yang berarti wajah. Jika digabungkan, backpfeifengesicht memiliki makna “wajah yang meminta untuk ditinju” atau kasarnya sih, “mukanya ngajak ribut banget!”. Istilah ini bisa kamu gunakan saat kamu merasa kesal dengan seseorang sampai kamu benar-benar ingin menampar wajahnya.

6. Weltschmerz


Photo by Inzmam Khan from Pexels

Welt berarti “dunia”, sedangkan schmerz berarti “sakit”. Istilah ini memiliki makna “memikul beban dunia di atas pundak”. Yap, kalau kamu merasa sedang memiliki beban sangat berat yang harus kamu tanggung, maka istilah ini tepat untuk kamu gunakan.

7. Waldensamkeit


Photo by José Luis Photographer from Pexels

Pernahkah kamu merasa tenang dan damai ketika sedang berada di alam? Yap, mungkin kamu bisa menemukan waldensamkeit di tempat-tempat seperti hutan, pantai, atau pada suasana tertentu seperti saat sedang hujan. Perasaan-perasaan damai yang kamu rasakan itulah yang dinamakan waldensamkeit.

 

Setelah mengetahui istilah-istilah tersebut, kita dapat berterima kasih pada Jerman karena telah menciptakan istilah-istilah yang dapat mewakili apa yang kita rasakan serta problematika yang kita hadapi. Mempelajari bahasa baru tidak hanya membantu kita melihat dunia melalui sudut pandang yang lain, namun juga membantu kita memahami bagian dari diri kita yang sukar untuk dipahami.

Desainwebku