Kamu sering tidur cukup di malam hari namun masih merasa sangat mengantuk di siang hari? Atau kamu sering tertidur di tengah-tengah aktivitas kelas atau pekerjaan? Atau kamu selalu merasa lelah dan kurang energi? Coba kenali hypersomnolence untuk memahami kondisi-kondisi tersebut, yuk!

Hypersomnolence adalah rasa kantuk yang berlebihan yang mengganggu fungsi sehari-hari. Gangguan ini biasanya muncul pada individu berusia 17 sampai 24 tahun dan umum terjadi baik pada perempuan maupun laki-laki. Berikut ini adalah tanda-tanda dari gangguan tersebut :

  • Rasa kantuk yang berlebihan

Selain ditandai dengan rasa kantuk yang berlebihan di siang hari yang terus berulang, hypersomnolence juga dapat ditandai dengan tidur di waktu malam yang berkepanjangan. Rasa kantuk yang berlebihan ini tetap muncul walaupun waktu tidur sudah berlangsung selama minimal 7 jam di malam hari.

  • Tidur di siang hari yang berulang

Penderita hypersomnolence seringkali tertidur berulang kali di siang hari pada waktu-waktu yang tidak tepat seperti saat bekerja, makan, atau pertemuan. Rasa kantuk biasanya datang secara bertahap dan tidak terjadi seperti suatu “serangan” tidur. Tidur di siang hari tersebut pun biasanya tidak cukup mengurangi gejala kantuk.

  • Tidur di malam hari yang tidak menyegarkan

Penderita hypersomnolence cenderung tidur cukup di malam hari namun tidak merasa segar ketika terbangun, bahkan ketika durasi tidur malam lebih dari 9 jam.

  • Kesulitan bangun dari tidur

Penderita kondisi ini juga sering mengalami kesulitan bangun dari tidur dan seringkali menunjukkan suatu kebingungan dan ketidakmampuan untuk bergerak setelah terbangun sampai akhirnya tersadar penuh. Kondisi kebingungan ini dapat muncul selama beberapa menit atau bahkan jam.

  • Meningkatnya jam tidur

Penderita hypersomnolence juga dapat memiliki durasi tidur yang panjang, yaitu dapat mencapai 14-18 jam per hari.

  • Gangguan stress dan penurunan fungsi keseharian

Karena rasa kantuk yang seringkali muncul di siang hari, orang dengan hypersomnolence akan banyak menghabiskan waktunya untuk tidur berulangkali di saat-saat yang tidak tepat. Waktu-waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja ataupun menjadi produktif menjadi tidak termanfaatkan dengan baik akibat dari kantuk yang berlebihan.

  • Gejala-gejala lain

Gejala lainnya yang dapat menjadi tanda hypersomnolensce adalah kecemasan, perasaan jengkel yang meningkat, berkurangnya energi, perasaan kurang istirahat, proses berpikir atau berbicara yang lambat, kehilangan nafsu makan, halusinasi, dan kesulitan mengingat.

Gejala-gejala tersebut harus muncul setidaknya tiga kali per minggu untuk dapat dikatakan sebagai gangguan hypersomnolence. Gangguan dikategorikan akut jika gejala bertahan selama kurang dari sebulan; subakut ketika gejala bertahan selama 2-3 bulan; dan dikatakan sebagai gangguan tetap ketika gejala muncul selama lebih dari 3 bulan

Hypersomnolence juga dapat berhubungan dengan gangguan depresif, bipolar, Alzheimer’s, Parkinson’s, multiple system atrophy, dan gangguan penggunaan zat. Namun untuk dapat dikatakan mengidap hypersomnolence, rasa kantuk yang berlebihan bukan merupakan hasil dari efek fisiologis penggunaan obat yang umum.u

Lalu apa sih kemungkinan penyebabnya?

Hypersomnolence dapat disebabkan oleh penyalahgunaan obat-obatan  dan alkohol, atau gangguan tidur lainnya seperti narcolepsy (rasa kantuk pada siang hari dan serangan tidur) dan sleep apnea (gangguan pernapasan ketika tidur). Kondisi ini juga dapat terjadi karena disfungsi sistem saraf otonom atau masalah fisik seperti tumor dan trauma kepala. Kondisi medis seperti depresi, enchepalitis (peradangan otak), epilepsi, multiple sclerosis, dan obesitas juga dapat menjadi penyebabnya. Beberapa kondisi dapat disebabkan oleh kecenderungan genetik.

Jika sudah menyadari bahwa ternyata kamu mengalami gejala-gejala di atas, jangan menunggu lebih lama untuk mengonsultasikan kondisimu kepada ahli medis. Patuhilah saran dari ahli medismu, konsumsi stimulan yang dibutuhkan sesuai dengan yang diresepkan, dan mulailah mengubah pola makan dan perilakumu, seperti menghindari kerja dan aktivitas sosial di malam hari yang menunda waktu tidurmu. Yuk, kita perhatikan kesehatan tubuh kita dimulai dengan menjaga pola tidur kita!

Penulis: Sylvi Noor Alifah

Sumber :

Hypersomnolence. (n.d.). Ditemui kembali pada 2 Juni 2018, dari https://www.psychologytoday.com/intl/conditions/hypersomnolence

Encephalitis : Gejala, Penyebab, Pengobatan. (15 Desember 2016). Ditemui kembali pada 3 Juni 2018, dari https://mediskus.com/penyakit/encephalitis

Narkolepsi. (16 Maret 2018). Ditemui kembali pada 3 Juni 2018, dari https://www.alodokter.com/narkolepsi

Sleep Apnea. (17 Januari 2018). Ditemui kembali pada 3 Juni 2018, dari https://www.alodokter.com/sleep-apnea

Send this to a friend

Desainwebku