Apakah kamu berencana untuk berkonsultasi dengan psikolog? Jika ya, maka hal tersebut merupakan langkah awal yang baik untuk mendiskusikan permasalahan kamu. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum menemui psikolog.

1. Tanyakan rincian biaya

Hal ini sangat penting demi keberlangsungan konseling yang efektif. Kamu bisa menanyakan rincian biaya melalui telepon atau dengan mendatangi langsung tempat praktik psikolog yang dituju. Konseling psikologi bisa berlangsung dalam beberapa sesi. Dengan demikian, kamu bisa menanyakan berapa biaya konseling per sesi serta berapa sesi yang rata-rata dibutuhkan dalam menjalani konseling. Sehingga, kamu bisa memperkirakan banyaknya uang yang akan kamu keluarkan.

2. Ceritakan semua pikiran dan perasaan

Kunci mendasar dari menemui psikolog adalah menceritakan semua pikiran dan perasaanmu. Tenang saja, sebab mereka bersikap netral sehingga kamu tidak perlu khawatir dinilai negatif terlepas dari separah atau sekonyol apapun masalahmu. Dengan bercerita secara jujur, kamu dan psikolog akan lebih mudah untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi.

3. Bawa semua perasaanmu

Ketika kamu sedang bercerita pada psikolog dan merasa sedih, maka kamu tidak perlu menahan diri untuk menangis. Dalam sesi konseling, sangat lumrah bagi klien untuk mengekspresikan perasaannya. Hal ini berlaku untuk perasaan apapun seperti kecewa, marah, takut, ataupun malu.

4. Bersabar pada setiap prosesnya

Ketika melakukan konseling, jangan berekspektasi terlalu tinggi. Ekspektasi yang dimaksud adalah ekspektasi terhadap kemajuanmu dalam setiap sesinya. Ketika kamu melalui sesi konseling, pastikan kamu sabar dengan setiap proses yang dijalani. Misalkan, masalahmu adalah cemas setiap kali harus berbicara di depan umum. Kecemasan tersebut bisa cepat hilang atau hanya berkurang sedikit.. Sebab, kemajuan sangat bergantung pada masing-masing individu. Perlu kamu ketahui juga bahwa menghilangkan pikiran, perasaan, ataupun kebiasaan tidaklah mudah dan diperlukan waktu yang lama. Sehingga, jalani dan nikmati saja setiap prosesnya.

5. Psikolog adalah pembimbing

Kebanyakan orang masih salah kaprah mengenai peran psikolog. Ketika kamu menemui psikolog, mereka tidak akan langsung memberikan saran, tetapi membimbingmu dalam mengatasi permasalahanmu. Pada akhirnya, semua hal akan diserahkan berdasarkan keputusanmu.

6. Batasan dalam hubungan

Dalam praktiknya, tentu terdapat batasan antara kamu dengan psikolog. Psikolog mungkin mengetahui semua kisah hidupmu, tetapi bukan berarti bahwa ia bisa menjadi teman dekat di kehidupan nyata. Terlepas dari kenyamanan yang diberikan, ada baiknya bagi kamu untuk tidak terlalu bergantung pada mereka. Sebab setelah sesi konseling berakhir, pada akhirnya kalian harus menjalani kehidupan masing-masing.

7. Bertanggungjawab terhadap masalahmu sendiri

Menemui psikolog merupakan pengalaman yang berbeda bagi setiap orang. Banyak orang merasa terbantu setelahnya, akan tetapi beberapa orang merasa tidak terbantu sehingga “menuntut lebih” kepada mereka. Misalnya, setelah sesi konseling, seseorang mempersepsi bahwa psikolog hanya bisa berbicara tanpa benar-benar membantunya, atau bahkan menyalahkan psikolog atas masalah yang terjadi. Hal yang harus diingat adalah kamu bertanggungjawab terhadap masalahmu sendiri sebab kamulah yang menjalani kehidupan tersebut. Sehingga, menyalahkan mereka adalah tindakan yang tidak tepat.

Secara mendasar, tidak ada psikolog “terbaik” atau “terburuk” sebab hal tersebut ditentukan oleh persepsi yang berbeda-beda. Meski demikian, kenyamanan dan kepercayaan terhadap psikolog adalah hal terpenting yang harus kamu dapatkan ketika menjalani konseling. Hal tersebut menjadi faktor pembangun hubungan antara klien dengan konselor—yang mana, akan berpengaruh terhadap efektivitas konseling itu sendiri.

Penulis: Jannah Yuniar
Editor: Elga T.

Referensi:

https://www.goodtherapy.org/blog/9-ways-to-make-your-psychotherapy-sessions-more-effective-0705154

Desainwebku