Peringatan:

Jika kamu atau orang kamu kenal depresi atau berniat bunuh diri, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Siapa yang tidak tahu Linkin Park, salah satu band paling terkenal di abad. ke-21? Linkin Park adalah grup musik beraliran nu metal dan alternative rock asal Amerika Serikat. Bagi para penggemar band yang mempopulerkan lagu berjudul “Numb” ini pastinya mengenal Chester Bennington, mantan vokalis yang sangat berkontribusi pada kepopuleran Linkin Park. Sayangnya, Chester Bennington ditemukan gantung diri pada 20 Juli 2017 di rumah pribadinya.

Saat itu, kabar kematian Chester Bennington sangat memukul para fans Linkin Park. Industri musik di dunia juga dibuat berduka atas kematiannya. Setelah diselidiki, ternyata Chester meninggal karena bunuh diri akibat depresi (penting juga untuk diingat bahwa depresi biasanya bukan menjadi satu-satunya faktor bunuh diri dan tidak semua penderita depresi pasti akan bunuh diri). Di saat kabar duka tersebut terdengar, ada satu video yang diunggah oleh sang istri dimana memperlihatkan Chester sedang tertawa terbahak – bahak hingga menangis. Yang mengejutkan, video tersebut diambil hanya beberapa jam sebelum Chester memutuskan untuk gantung diri.

Dari kejadian tersebut, dapat kita ketahui bahwa orang yang terlihat sangat bahagia tidak dapat dijadikan patokan bahwa mereka benar – benar bahagia. Kita tahu bahwa gejala depresi biasa digambarkan dengan kelesuan, susah berkonsentrasi, tidak produktif, dan selalu berwajah muram. Pada faktanya, sebuah senyuman bisa menyimpan seribu arti. Tidak semua senyum mengartikan kebahagiaan. Beberapa orang menyembunyikan depresi yang ia miliki melalui senyuman. Bisa saja teman terdekat yang saat ini bersenda gurau dengan kita ternyata selalu menangis di tengah kesendirian di kamarnya.

Perasaan yang Terselubung
Dalam beberapa budaya, khususnya di Indonesia, para lelaki diajarkan oleh orang tuanya untuk tidak menangis dikarenakan hal tersebut membuat para lelaki terlihat lemah. Para perempuan juga selalu diajarkan untuk berperilaku lemah lembut, apapun kondisi yang di alami. Pada dasarnya, mereka selalu dilarang untuk mengekspresikan emosi yang di cap “buruk” oleh budaya. Oleh sebab itu mereka lebih memilih untuk bersembunyi di balik senyuman daripada memperlihatkan perasaan mereka yang sesungguhnya

Mengenal Gejala Depresi
Depresi adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli. Normalnya, semua orang pasti pernah merasa sedih dan murung sesekali. Namun seseorang dapat dinyatakan depresi jika mereka merasakan sedih, putus harapan, atau tidak berharga selama dua minggu atau lebih. Gejala dari depresi bisa terlihat berbeda pada satu orang dengan yang lainnya. Beberapa orang memiliki gejala yang tidak terlihat secara nyata sehingga mereka terlihat normal dan baik – baik saja ternyata mengidap depresi kronis.

Gejala depresi yang paling umum adalah perubahan nafsu makan, perubahan berat badan, perubahan pola tidur, sering mimpi buruk, perasaan putus asa, merasa tidak memiliki harga diri, tidak ingin melakukan hal – hal yang dulunya disukai, suasana batin yang tidak tenteram, selalu cemas, diliputi perasaan sedih atau amarah terus menerus, mudah lelah saat melakukan aktivitas fisik, dan badan selalu terasa lemah. Meski begitu, sebagian orang dapat menyembunyikan gejala – gejala tersebut dan terlihat normal, bahkan ceria.

Di balik senyum yang menyimpan depresi, ternyata bisa terselubung hal yang mengerikan. Ternyata menyembunyikan depresi di depan komunitas sosial bisa meningkatkan risiko bunuh diri. Banyak pengidap depresi yang menyembunyikan kesedihannya karena ia berpikir bahwa jika mereka menunjukan kelemahannya, mereka akan membebani orang di sekitarnya. Meski begitu, topeng senyuman itu akan terlepas di saat pengidap depresi berada dalam kesendirian. Karena mereka tidak dapat melampiaskan emosi sesungguhnya, kecenderungan untuk memilih bunuh diri semakin tinggi.

Faktor Depresi
Beberapa faktor yang juga dapat memicu terjadinya depresi antara lain pernah mengalami peristiwa traumatis seperti pelecehan seksual dan kematian orang terdekat, memiliki penyakit kronis seperti AIDS dan Kanker, memiliki kepribadian tertentu seperti terlalu keras menilai diri sendiri, ketergantungan alkohol dan narkoba dimana hal ini sering digunakan sebagai pelarian, konsumsi obat tertentu seperti obat tidur, dan memiliki riwayat gangguan mental lain seperti bipolar disorder.

Depresi bisa terjadi pada segala usia, namun lebih sering dialami oleh orang dewasa. Penyebab biologi dari depresi sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun ada hipotesis yang mengatakan bahwa depresi disebabkan oleh faktor genetik, hormon, dan zat kimia lainnya di otak.

Apa yang Harus Kita Lakukan?
Sebagai makhluk sosial, kita haruslah peka dengan orang sekitar. Hal pertama yang dapat kita lakukan untuk mengetahui seseorang ingin bunuh diri adalah melihat perilaku orang tersebut. Orang yang serius ingin mengakhiri hidupnya memiliki kecenderungan untuk mewariskan barang – barangnya, meminta maaf pada banyak orang baik secara langsung ataupun sosial media, menulis surat wasiat, dan secara detail merencanakan bagaimana ia akan mengakhiri hidupnya. Lalu, yang harus kita lakukan selanjutnya adalah menghubungi orang yang selalu bersama dengan pengidap depresi seperti orang tua dan memberi tahu bahwa orang yang bersangkutan ingin melakukan bunuh diri. Hal ini dapat membuat orang terdekat tersebut melakukan tindakan preventif, lebih peka, dan lebih waspada.

Pada dasarnya depresi sering terjadi karena orang tidak dapat melampiaskan emosi mereka yang sebenarnya. Hal efektif yang dapat kita lakukan untuk mencegah depresi adalah melampiaskan emosi kita dengan cara yang produktif. Contohnya disaat marah kita dapat pergi ke gym dan melampiaskan kekesalan lewat angkat beban, di saat sedih kita dapat melukis atau menulis, dan sebagainya. Selain hal tersebut, kita dapat mencegah dengan tidur cukup, meditasi, olahraga teratur, membatasi penggunaan sosial media, dan lain-lain.

Sumber:
“Gejala Depresi Tersembunyai” dari hellosehat.com
“Vokalis Linkin Park Chester Bennington Tewas Bunuh Diri” dari  kompas.com

Penulis: Jovie Koeshendrawan Putra

Editor: Elga Theresia

Desainwebku