Pastinya, kalian pernah dong, dijadikan tempat curhat entah itu oleh teman, sahabat, pacar, anggota keluarga, dan lainnya. Bagi seseorang, bercerita bisa menjadi jalan untuk mengeluarkan beban dan emosi yang menumpuk. Beberapa efek bercerita pada seseorang adalah perasaan lega, merasa mendapat dukungan, hingga cara pandang terhadap masalah yang lebih jelas. Namun kalau sampai salah menanggapi, mereka bisa jadi tambah sedih dan merasa tidak didengarkan, lho! Maka, kita perlu menjadi pendengar yang baik.

  1. Bahasa Tubuh
    Sadar atau tidak, bahasa tubuh merupakan aspek pertama yang perlu dipertimbangkan ketika kita mendengarkan orang lain. Ketika seorang teman curhat di hadapanmu, berikanlah posisi tubuh terbuka, yakni tangan dan kaki yang tidak menutup badan (e.g. tidak menyilangkan lengan atau kaki). Posisi tubuh terbuka artinya kamu “welcome” terhadap temanmu dan terbuka dengan apa yang akan disampaikan olehnya.

    Selain posisi tubuh, perhatikan juga gerak-gerik tubuhmu. Hindarilah bahasa tubuh seperti menopangkan dagu dan mengetuk-ngetukkan jari. Sebab, bahasa tubuh semacam itu hanya akan menunjukkan bahwa kamu bosan dan ingin percakapan tersebut segera selesai.
  2. Ekspresi Wajah
    Jika kamu sudah memiliki posisi dan bahasa tubuh yang baik tetapi memasang ekspresi wajah yang kurang tepat, hal itu dapat membuat seseorang merasa tidak didengarkan. Hal yang penting adalah kontak mata dan senyuman. Pastikan kamu terlihat tertarik untuk mendengarkan curhatan mereka, yakni melalui kontak mata langsung. Selain itu, kamu dapat sesekali tersenyum ketika temanmu sedang bercerita.
  3. Jangan Menyela
    Tak jarang, ketika mendengarkan curhatan seseorang, kita tidak sabar untuk berkomentar. Padahal, ada baiknya bagi kita untuk membiarkan ia berbicara tanpa disela. Sebab, seseorang yang datang untuk curhat seringkali memiliki “segudang” hal yang ingin diceritakan. Jadi, tunggulah sampai ia benar-benar selesai berbicara. Ketika ada jeda, saatnya bagi kamu untuk memberi tanggapan.
  4. Jangan Menghakimi
    Ini adalah poin paling penting. Untuk menjadi pendengar yang baik, idealnya kita bisa bersikap netral dan mengutamakan untuk mendengar daripada menilai. Ketika temanmu dihakimi atas apa yang ia ceritakan, besar kemungkinan ia akan merasa tidak dipahami dan kapok bercerita padamu, lho! Lebih jauh lagi, temanmu malah lebih menutup diri. Jangan sampai itu terjadi, ya!
  5. Encouraging atau Mendukung
    Encouraging merupakan suatu teknik yang dapat kamu lakukan ketika temanmu berbicara. Contoh encouraging adalah kata “Hm-m” dan “Ya”. Respons tersebut juga bisa diiringi dengan anggukan kepala. Dengan memberikan respons tersebut, temanmu akan termotivasi untuk bercerita lebih banyak.
  6. Paraphrasing
    Paraphrasing merupakan teknik “merangkum” apa yang disampaikan orang lain. Merangkum yang dimaksud adalah mengatakan kembali apa yang telah disampaikan dengan kata-kata sendiri atau dengan kata-kata singkat yang dapat mewakilinya. Lebih bagus lagi, jika kamu menyebutkan perasaan yang kira-kira dirasakan temanmu. Fungsinya selain untuk menyamakan persepsi, juga berfungsi agar kamu terlihat benar-benar memahaminya.

Contoh paraphrasing:
A: “Aku udah kuliah selama tiga tahun dan sebentar lagi lulus, tapi sekarang usaha orang tuaku tiba-tiba kacau. Mau gak mau aku harus berhenti kuliah.”

B: “Kehilangan segalanya ketika kamu sedikit lagi mau mencapai tujuan emang bikin sedih dan frustrasi …”

8. Sampaikan Pendapat Tanpa Menyinggung

Setelah temanmu benar-benar selesai bercerita, saatnya bagi kamu untuk menyampaikan pendapatmu. Namun, kamu harus hati-hati dalam menyampaikannya agar tidak menyinggung perasaannya. Sampaikan pendapatmu dengan nada bicara yang tenang. Jika temanmu memiliki pendapat yang berbeda, maka hargailah pendapatnya dan kamu tidak perlu mendebatinya.

Mulai sekarang, kamu bisa mempraktikkan teknik-teknik tersebut pada temanmu yang sedang curhat. Dengan begitu, kamu akan jauh lebih dipercaya untuk dijadikan teman curhat, lho!

Penulis: Jannah Yuniar
Editor: Elga Theresia

Referensi:
Cormier, L.Sherilyn & Hackney, Harold. 2001. The Professional Counselor 4th ed: A Process Guide of Helping. Boston: Allyn and Bacon.

http://www.csun.edu/~hcpsy002/Psy460_GrpTask05_Paraphra.pdf

Desainwebku