Kemarin sempat hype banget film Joker, ada quotes yang sering dikutip dari film itu sama netizen, kira-kira quotes-nya begini “orang jahat adalah orang baik yang tersakiti” ah masa iya? Emang orang baik bisa tiba-tiba jadi jahat ya? Well,sebelumnya Philip Zimbardo pada tahun 1971 udah pernah melakukan sebuah eksperimen yang diberi nama Standford Prison Eksperiment di Stanford University, project eksperimen penelitian ini cukup fenomenal di kalangan psikologi dan bahkan sempet di film-kan dengan judul film yang sama dan diperankan oleh actor favorit aku Ezra Miller hehe. Eksperimen ini dilakukan untuk menguji sebenernya orang jadi jahat itu karena karakternya yang jahat alias udah jahat dari sana nya atau karena bentukan lingkungan sih?

            Zimbardo dan koleganya tertarik melakukan eksperimen ini karena tingginya kasus kekerasan dalam penjara yang dilakukan oleh sipir di Amerika pada tahun 1973 yang kayaknya sih karena karakteristik sipir nya yang sadistic atau lingkungan penjaranya aja yang mendukung terjadinya kekerasan. Kok bisa gitu ya? ya karena situasi di penjara yang keras lah yang mendukung. Zimbardo berasumsi bahwa situasi bisa bikin orang melakukan kekerasan dibandingkan karakteristik mereka pribadi.

            Gimana sih caranya Zimbardo melakukan penelitian ini?

            Untuk melakukan eksperimennya Zimbardo mengubah basement kampus Stanford jadi mirip penjara, dia menyebarkan iklan mengenai pencarian partisipan untuk meneliti efek psikologis pada kehidupan di penjara yang kemudian ada 75 orang yang mendaftar, dari 75 orang yang mendaftar itu di seleksi lagi untuk mengeliminasi kandidat yang memiliki riwayat masalah psikologis, narkoba, penggunaan obat terlarang dan catatan criminal. Ada 24 orang yang akhirnya terpilih untuk ikut dalam eksperimen tersebut, 24 orang ini tidak mengenal satu sama lain, mereka dibayar $15 per hari untuk melakukan penelitian ini. 3 dari 24 orang ini mengundurkan diri sehingga cuma sisa 21 orang yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, ada yang jadi sipir dan sebagian lagi jadi tahanan.

Setelah semuanya beres, mereka mulai lah eksperimen ini, pemeran tahanan diperlakukan persis seperti tahanan sesungguhnya, ditangkap dirumah, dibawa pake mobil polisi dan di interogasi. Mereka kemudian dibawa ke basement Universitas Stanford yang udah di setting sedemikian rupa sama Zimbardo jadi mirip penjara, nggak ada jendela, ada sel kecil dan pintu kecil. Proses ini adalah proses deindividuasi yang bertujuan untuk menghilangkan ‘kesadaran’ seseorang akan dirinya sendiri. Ketika tahanan udah sampe di basement, mereka langsung disuruh ganti baju pake baju tahanan dan diberi nomor tahanan, yang selanjutnya mereka di panggil dengan nomor tahanannya, bukan dengan nama asli mereka. Tujuannya supaya para tahanan merasa jadi anonym dan lebih mendalami perannya sebagai tahanan penjara.

            Singkat cerita suasana di penjara buatan itu mulai nggak terkendali, orang yang berperan sebagai sipir mulai melakukan kekerasan layaknya sipir di penjara pada umumnya, dan tahanan juga mulai melakukan perlawanan, bahkan ada 2 orang yang mulai mengalami gangguan psikologis seperti menangis tidak terkendali, dan berteriak tanpa henti. Karena hal inilah waktu eskperimen yang seharusnya dilaksanakan 2 minggu di hentikan di hari ke-6 selain itu Christina Maslach yang saat itu juga merupakan professor di Stanford, mengkritik apa yang Zimbardo lakukan ke para tahanan, menurutnya hal ini udah keluar dari kode etik dan nggak sesuai moral. Hmmm

Terus kesimpulan penelitiannya apa?

            Zimbardo akhirnya menarik kesimpulan bahwa seseorang melakukan konformitas terhadap peran sosial yang orang lain harapkan dari mereka, khususnya ketika peran tersebut sangat kuat stereotip nya seperti sipir penjara. Suasana penjara adalah faktor penting dalam munculnya perilaku brutal para sipir, karena sebelum penelitian dimulai mereka nggak pernah menunjukkan tendesi sadistic. Selain itu deindividuasi juga dipercaya sebagai salah satu faktor penyebabnya, deindividuasi menyebabkan mereka nggak ngerasain apa yang terjadi didalam diri mereka secara personal karena adanya norma grup yang memungkinkan mereka kehilangan identitas personal mereka karena seragam yang mereka gunakan. Yang berarti mengkonfirmasi asumsi Zimbardo sebelumnya bahwa seseorang melakukan perilaku sadistic lebih karena lingkungannya yang mendukung, bukan karena karakteristik mereka.

Terus gimana sama para tahanan yang jadi nurut aja di suruh-suruh dan di siksa sipir?

Fenomena learned helplessness dapat menjelaskan kepatuhan para tahanan kepada sipir. Tahanan mempelajari bahwa apapun yang mereka lakukan hanya berdampak kecil pada berkurangnya penyiksaan yang mereka dapatkan di penjara. Sehingga mereka akhirnya nurut-nurut aja tuh disuruh dan disiksa oleh sipir.

            Nah, meski eksperimen ini menuai banyak kontroversi karena isu pelanggaran kode etik dan kurangnya validitas sehingga nggak bisa di generalisasi. Namun berdasarkan penelitian ini cukup menjelaskan ya, bisa nggak sih orang yang baik jadi punya tendensi melakukan kekerasan.

SUMBER

https://www.simplypsychology.org/zimbardo.html

Desainwebku