Ketika kita mendengar kata “psikologi” yang ada dalam pikiran kita adalah ilmu yang mempelajari kepribadian atau perilaku seseorang. Atau mungkin justru lebih teringat dengan penyakit seperti bipolar disorder atau anxiety disorder. Tidak sedikit juga yang menganggap bahwa psikologi merupakan hal yang rumit. Namun di mata Ayu Soetomo, psikologi merupakan suatu hal yang menarik dan menyenangkan.

Lewat psikologi, kita diajak untuk mengenal psikologi yang cakupannya meliputi aspek kehidupan manusia, mulai dari mereka lahir hingga menghadapi kematian. Tidak hanya itu, lewat psikologi kita diajak juga untuk memahami perilaku orang lain, dan lebih bersikap maklum terhadap perilaku apapun. Menurut Ayu Soetomo, ketika kita lebih mudah untuk bersikap maklum terhadap perbuatan orang lain, kita akan cenderung untuk tidak sembarang judging terhadap perbuatan mereka. Karena dibalik perbuatan seseorang, pasti ada alasan dan motif tertentu.

Selain dikenal sebagai psikolog, Ayu Soetomo juga merupakan presenter acara talk show “Ruang Keluarga” di DAAi TV, di mana acara ini memperkenalkan bahwa psikologi tidak serta merta harus berkaitan dengan penyakit besar seperti bipolar disorderpanic disorder atau hal-hal kejiwaan lainnya. Terutama memperkenalkan dunia psikologi ke dalam media. Ketika memperkenalkan sesuatu bernama “psikologi” yang ditampilkan adalah hal-hal sederhana seperti mengubah cara berkomunikasi kepada orang tua yang tidak pernah diajak mengobrol, mengubah cara pandang tentang pentingnya reducereuse, dan recycle. Dan hal-hal sederhana seperti bagaimana move on yang sehat bagi kaum remaja atau yang sedang mengalami permasalahan dengan pasangan. Ayu Soetomo juga menuturkan bahwa memperkenalkan psikologi ke dalam suatu acara talk show tidak mengincar rating dan jumlah kuantitas penonton yang ada. Poin utama yang dituangkan di DaAi TV adalah bagaimana mengubah satu orang yang memiliki tindakan tidak baik, kemudian melakukan kebaikan.

” Keterkaitan psikologi dengan mental itu sangat erat, etika kita mengalami persoalan dengan kepribadian kita, tentunya butuh adanya pertolongan dan bimbingan untuk mengenal kepribadian kita lebih dekat, ” Ujar Ayoe yang merupakan alumnus Universitas Tarumanegara Jakarta ini. Banyak orang yang masih merasa enggan untuk berkonsultasi dengan psikolog. Namun memang tidak sedikit yang mau terbuka dengan persoalannya. Pada akhirnya, seseorang yang merasa memiliki persoalan dengan kepribadian atau mungkin mental akan pergi menemui psikolog ketika ia sudah merasa tidak nyaman dengan apa yang terjadi dalam hidupnya. Menurut Ayu Soetomo, akan menjadi suatu hal yang berbahaya apabila ketika permasalahan tersebut dianggap sebagai suatu kenyamanan. Ketika seseorang sadar untuk memeriksakan dirinya ke psikolog, maka 50 persen atau 60 persen penyembuhan tersebut sudah terjadi. Pengobatan yang dilakukan seorang psikolog tidak mengandalkan obat-obatan. Karena yang dibutuhkan adalah pengubahan pola pikir dan sudut pandang. Namun apabila sudah mengalami tingkat disorder yang tinggi, maka dibutuhkan kerja sama dengan psikiater.

Di jakarta sendiri, sudah mulai adanya perubahan perilaku. Terutama di kalangan kaum muda. Hal tersebut diutarakan oleh Ayu Soetomo melalui berbagai sudut pandang. Baik lewat adanya tingkat pertumbuhan ekonomi yang meningkat baik dan pesat, juga banyaknya orang-orang muda yang produktif. Produktif tidak hanya dinilai dari kerjanya, namun dalam penyampaian ide dan pemanfaatan peluang yang ada. Hal tersebut yang menjadi bagian dari karakteristik khusus kaum muda orang Jakarta yang sudah mulai dikenal sebagai pribadi yang individualis. Tak jarang hal tersebut justru akhirnya mengurangi kepekaan seseorang terhadap orang lain, misalnya seperti tidak mengenal tetangga sendiri di dekat rumahnya.

” Sebenarnya yang paling bahaya dari sikap individualistis adalah kebiasaan acuh tak acuh terhadap diri sendiri, Terutama ketika mengalami persoalan dan tidak dapat mengobati atau menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengandalkan diri sendiri. ” tambah Ayoe. Ketika seseorang dengan mudah kompromi terhadap permasalahan dalam kepribadiannya, tentu akan terus menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Ada yang bisa dengan mudah untuk melakukan self healing. Misalkan bila seseorang tahu bahwa ia memiliki diagnosis anxiety disorder, maka ia akan berusaha untuk mengenal apa yang membuat ia menjadi mudah cemas baik dengan membaca buku ataupun mengikuti pelatihan-pelatihan atau theraphy psikologi. Namun apabila seseorang tidak memiliki kemampuan self healing, masalah sekecil apapun akan sangat mengganggu seperti ketidakmampuan berkomunikasi, atau selalu malu tiap berbicara ketika bertemu dengan banyak orang.

( sehatmental.id)

Send this to a friend

Desainwebku