Alat ukur kepribadian mungkin bukanlah hal baru buat kita semua, karena belakangan ini banyak banget muncul berbagai website untuk melihat tipe kepribadian kita apa mulai dari tes MBTI, DISC, dan masih banyak lagi. Tapi sebelum ngomongin tipe kepribadian, kepribadian itu apa sih?

Definisi Kepribadian

            Kepribadian menurut Phares adalah pola khas dari pikiran, perasaan dan tingkah laku yang membedakan satu orang dengan yang lainnya dan tidak berubah lintas waktu dan situasi. Maksudnya gimana? Maksudnya adalah kepribadian merupakan sesuatu yang sifatnya ajeg dan tidak berubah-ubah. Terus kepribadian orang ga akan bisa berubah dong? Kepribadian orang tentu bisa berubah, tapi perubahan itu tidak mungkin dicapai dalam waktu singkat, dan harus ada sesuatu yang mendorong perubahan tersebut. Nah, kepribadian ini sering sekali disamakan dengan karakter, watak, tempramen, dan kebiasaan. Padahal definisi nya jelas beda banget. Bedanya apa ya?

  • Karakter adalah gambaran tingkah laku yang menonjolkan nilai secara implisit dan eksplisit, nilai yang dimaksud di sini adalah benar-salah, baik-buruk.
  • Watak adalah karakter yang sudah dimiliki sejak lama dan sampai sekarang belum berubah.
  • Temperamen merupakan kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan fisiologis dan biologis, temperamen biasanya diturunkan. Misalnya kalian adalah orang yang emosional sama dengan ayah kalian, kemungkinan besar sifat emosional yang kalian miliki adalah turunan dari ayah kalian
  • Kebiasaan adalah respon yang cenderung berulang untuk stimulus yang sifatnya sama. Misalnya, kalian kalo dikagetin loncat, itu adalah salah satu contoh kebiasaan.

Sekarang udah jelas dong kepribadian itu apa? Lalu pengertian dari test kepribadian sendiri itu apa sih? Test kepribadian merupakan pengukuran sifat, kualitas dan perilaku individu yang menentukan kepribadian seseorang, tes dapat berupa centang, inventori dan teknik proyeksi. Kenapa penting melakukan tes kepribadian? Beberapa perusahaan, selain memberikan tes intelegensi kepada calon karyawannya mereka juga seringkali memberikan test-test kepribadian ke calon karyawannya. Justru tes kepribadian inilah yang lebih banyak diberikan jenisnya dibandingkan test intelegensi. Tes kepribadian memungkinkan recruiter memahami kepribadian calon pegawainya, menemukan kekuatan dan kelemahan karyawan serta bisa menjadikan hasil test tersebut sebagai patokan training apa yang dibutuhkan oleh karyawannya. Selain itu memahami kepribadian juga bisa memudahkan kita untuk lebih aware terhadap diri sendiri loh.

Nah, sekarang kita bahas beberapa jenis tes kepribadiannya yuk!

  • Tes Inventori

Jenis tes ini biasanya adalah self measurement test (kita mengukur diri kita sendiri), kita diharuskan memilih salah satu pernyataan yang paling menggambarkan diri kita. Jenis-jenis tes inventori adalah :

  • DISC

DISC adalah alat ukur yang diciptakan untuk mengetahui kepribadian individu, lebih spesifiknya adalah perilaku kerja dan cara individu bereaksi terhadap lingkungannya, perilaku yang diukur dalam DISC adalah perilaku yang dapat diamati. DISC memandang bahwa individu memiliki 4 dimensi dalam berperilaku, yaitu :  Dominance, Influence, Steadiness dan Conscentious. Nah salah satu dari dimensi ini biasanya memiliki sifat yang paling dominan dalam diri seseorang. Misalnya orang yang dominan D nya biasanya adalah orang yang kompetitif, inovatif, persistent, problem solver yang baik dan sangat task-oriented, sementara orang yang dominan sifat I nya adalah orang yang menarik, percaya diri, antusias, optimis dan tipe-tipe orang yang people-oriented. Orang yang dominan sifat S adalah orang yang bersahabat, pendengar yang baik, dan team player yang baik, lalu orang yang dominan sifat C nya adalah orang yang akurat, analitis, detail dan objektif. Dalam tes DISC biasanya individu akan diminta memberi centang/memilih satu perilaku yang paling menggambarkan diri mereka, dan satu perilaku yang paling tidak menggambarkan diri mereka/bertentangan dengan diri mereka. DISC paling tepat digunakan dalam ranah organisasi.

  • MBTI

MBTI dikembangkan pertama kali oleh Katherine Briggs dan Isabel Myers berdasarkan konsep dari Carl Gustav Jung, Jung bilang individu memiliki 8 pola perilaku normal, yang kemudian dikembangkan oleh Briggs & Myers ke dalam MBTI. Instrumen-instrumen MBTI menggabungkan 4 dikotomi menjadi 1 jenis kepribadian. 4 dikotomi dalam MBTI adalah :

  • Ekstraversion (E)  – Introversion (I) adalah preferensi yang kita miliki mengenai atensi dan cara kita mendapatkan energy. Atau bahasa gampangnya sih introvert dan ekstrovert. Biasanya orang yang tingkat ekstraversion nya tinggi adalah orang yang suka berinteraksi dengan orang lain sementara orang yang introversion nya dominan adalah orang yang senang berpikir, melakukan refleksi dan menyukai privasi.  
  • Sensing (S) – Intuition (I) menunjukkan preferensi kita dalam mendapatkan informasi. Apakah melalui panca indera, dan memperhatikan fakta (sensing) atau menggunakan intuisi (Intuition)
  • Thinking (T) – Feeling (F) menunjukkan preferensi bagaimana kita mengambil keputusan. Orang yang dominan Thinking cenderung logis, objektif, suka menganalisa sebab-akibat, sementara jika Feeling-nya lebih dominan, biasanya dia adalah orang yang cenderung mempertimbangkan yang penting bagi dirinya/orang lain, serta ingin menciptakan harmoni di lingkungannya.
  • Judging (J) – Perceiving (P) menunjukkan preferensi mengenai bagaimana kita berinteraksi dengan dunia luar. Orang yang dominan Judging (J) merupakan orang yang terencana, terstruktur dan teratur, sementara orang yang dominan Perceiving (P) adalah orang yang cenderung fleksibel, spontan dan tidak suka melakukan rencana

4 dikotomi ini kemudian membentuk 16 jenis kepribadian manusia.

  • Tes Proyeksi

Test proyeksi biasanya disebut test gambar, dalam test proyeksi kita diminta untuk menginterpretasikan atau menyambung gambar yang biasanya hanya berisi titik atau simbol tertentu. Kalau dalam tes inventori jenis pertanyaan nya adalah kalimat dan kita disuruh milih sendiri secara sadar, dalam tes proyeksi enggak. Kita hanya akan diminta menyambung gambar atau menggambarkan apa yang tester minta. Misalnya kita disuruh gambar pohon, kita bebas mau gambar pohon apa aja, bisa pohon beringin, pohon mangga atau pohon jati. Selain itu bedanya dengan tes inventori, test proyeksi ini memunculkan apa yang ada di bawah ketidaksadaran kita, sementara di inventori enggak. Jenis-jenis tes proyeksi diantaranya :

  • Tes Roschach

Tes ini biasanya berisi gambar-gambar abstrak, kemudian penguji akan meminta kita menyebutkan gambar apa yang kita lihat di sana.

  • Tes BAUM (BAUM Tree Test)

Tes BAUM pertama kali dibuat oleh Emil Iucher yang kemudian di dikembangkan oleh Charles Koch. Dalam tes BAUM biasanya kita diminta untuk menggambar pohon. Menggambar pohon dianalogikan sebagai perkembangan kepribadian seseorang dan gambaran cara menyalurkan impuls mereka.

  • House Tree Person (HTP)

Dalam tes ini kita akan diminta menggambar pohon, rumah, dan orang. Kemudian tester akan meminta kita menceritakan gambar yang sudah kita buat, seperti siapa saja yang tinggal di rumah tersebut, siapa yang mengunjungi mereka dan apakah mereka bahagia hidup di sana.

Penulis: Niken Mawar
Editor: Elga T.

SUMBER

Desainwebku