Dalam sebuah masyarakat yang heterogen dengan beragam perbedaan identitas dasar, seperti ras, suku, dan agama, apabila tidak diatur dengan baik akan mengakibatkan terganggunya kesehaan mental kelompok minoritas. Gangguan tersebut bersifat sistematis.

Anthony Ong, seorang Psikolog dari Amerika Serikat menemukan pengaruh dan bagaimana tindakan diskriminasi dan rasisme mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Ong menegaskan bahwa penting untuk mengingat dampak paling mendalam dari rasisme terjadi melalui sistem tingkat makro atau kebijakan publik. Hal ini kemudian membentuk akses ke sumber daya sosial dan ekonomi yang timpang. Sehingga tidak hanya kesehatan mental namun juga kesejahteraan juga dipengaruhi oleh sikap diskriminasi dan tindakan rasisme.

American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa ketika pikiran merasakan situasi yang berpotensi berbahaya, akibat pandangan diskriminasi dan rasisme, pikiran selanjutnya memberi tahu tubuh untuk bersiap dengan meningkatkan detak jantung, pernapasan, tekanan darah, dan melepaskan hormon stres. Respons ini merangsang siapa saja yang mengalami perlakuan diskriminatif dan rasisme untuk berlari lebih cepat atau melawan siapa saja yang melakukan tindakan diskriminatif atau rasisme.

Di Amerika Serikat, menurut American Academy of Pediatrics, ketika orang-orang kulit berwarna sering mengalami respons tersebut, akibat diskriminasi dan rasisme yang mereka alami. Hal ini menyebabkan orang-orang kulit di berwarna Amerika Serikat mengalami reaksi peradangan dalam tubuh mereka. Kemudian pada akhirnya dapat menyebabkan masalah kesehatan langsung, selain itu dalam jangka panjang menyebabkan penyakit kronis.

Selain itu, American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa akibat serius dari praktik diskriminasi dan rasisme juga dialami anak-anak dan remaja. Ketika anak-anak mengamati rasisme, maka mereka berisik mengalami pengikisan kepercayaan diri. Selain itu kesehatan mental mereka juga dapat terganggu dengan terpengaruhinya tonggak perkembangan dan prestasi di sekolah.

Hal ini terjadi terutama kepada anak-anak dengan orang tua yang kerap mengalami tindakan diskriminasi dan rasisme. Dalam penelitian yang dilakukan American Academy of Pediatrics menyebutkan orang tua dan pengasuh yang melaporkan bahwa mereka telah diperlakukan tidak adil lebih mungkin memiliki anak dengan masalah kesehatan mental seperti disebutkan di atas.

Sehingga penting untuk membangun pola pikir dalam masyarakat luas untuk memandang sesuatu secara adil dan setara. Apapun itu suku, agama, ras, dan identitas dasar lainnya. Yuk mulai hal ini dengan diri kita sendiri!

Penulis: Triyo Handoko
Editor: Elga

Refrensi:

http://newsroom.ucla.edu/stories/discrimination-can-be-harmful-to-your-mental-health

https://www.nbcnews.com/news/asian-america/discrimination-can-have-negative-effects-physical-mental-health-expert-n742506

Desainwebku